Langsung ke konten
Politik

Dinamika Golkar Sulsel Masih Cair, Pengamat Sebut Andi Ina Berpeluang Jadi Penengah

Redaksi
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Tamma (dok. Ist)
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Tamma (dok. Ist)
KabarMakassar.com -- Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Prof Sukri Tamma, menilai peta persaingan menuju Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulsel masih sangat cair. Menurutnya, hingga kini belum terlihat arah dukungan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang mengerucut pada satu kandidat tertentu. “Kalau kita lihat, dinamika Golkar selalu berulang. Banyak tokoh yang bersaing, tapi sampai sekarang masih nama-nama itu saja. Belum ada kepastian siapa yang akan benar-benar didorong DPP,” kata Prof Sukri, belum lama ini. Dia menyebut, faksi-faksi dalam tubuh Golkar membuat kompetisi semakin dinamis. Kondisi tersebut bisa saja membuat DPP menahan diri untuk tidak terburu-buru menentukan jadwal Musda. “Kalau sampai Musda nanti faksi-faksi ini belum cair, sangat mungkin muncul nama baru sebagai jalan tengah. Politik selalu membuka ruang kejutan,” tambahnya. Meski tidak lagi masuk dalam bursa secara terbuka, nama Andi Ina Kartika Sari tetap dinilai memiliki peluang. Ketua DPRD Sulsel periode sebelumnya yang kini menjabat Bupati Barru itu memang pernah menyatakan tidak akan maju, bahkan sudah menegaskan akan berjalan bersama Munafri Arifuddin. Namun, Prof Sukri menilai sikap itu bisa berubah jika DPP memberi penugasan langsung. “Andi Ina masih sangat memungkinkan. Kalau DPP meminta, tentu sebagai kader ia harus ikut perintah partai. Rekam jejaknya bagus, dia juga tokoh muda dan perempuan yang bisa menjadi pembeda,” jelasnya. Lebih jauh, dia menyebut figur seperti Andi Ina justru berpotensi menjadi pilihan strategis apabila dinamika internal Golkar semakin tajam. “Dia mantan Ketua DPRD provinsi, sekarang Bupati Barru. Itu prestasi yang patut diapresiasi. Jadi, kalau DPP ingin mencari jalan tengah di tengah tarik-menarik faksi, nama Andi Ina bisa saja kembali muncul,” ujarnya. Meski begitu, dia mengingatkan bahwa semua masih sebatas wacana. Tahapan formal Musda belum berjalan, sehingga semua kandidat, baik yang sudah terang-terangan maupun yang sempat meredup, masih punya peluang. “Politik selalu cair. Kita tunggu saja bagaimana prosesnya. Semua kandidat masih mungkin sampai nanti keputusan formal diambil,” tutupnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua