Langsung ke konten
News

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah Membusuk di Pasar Sentral Takalar

Tumpukan sampah busuk di Pasar Sentral Takalar dikeluhkan warga karena tak diangkut sepekan. Lokasi sampah sangat dekat dengan resto FCC

Redaksi
Tumpukan Sampah Membusuk di Pasar Sentral Takalar. (Dok: Ist)
Tumpukan Sampah Membusuk di Pasar Sentral Takalar. (Dok: Ist)
KabarMakassar.com -- Pemandangan buruk dan aroma tak sedap menyergap kawasan Pasar Sentral, Kelurahan Kallabirang, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar pada Kamis (19/2) Tumpukan sampah yang membusuk diduga dibiarkan berceceran di sekitar bak sampah kuning yang kapasitasnya tak lagi memadai.

Kondisi ini sangat ironis lantaran titik penumpukan sampah berada tepat di area parkiran ruko dan sangat berdekatan dengan restoran cepat saji FCC Pasar Sentral. Aroma busuk yang menusuk rongga hidung ini diduga akibat sampah yang sudah lebih dari sepekan tidak diangkut oleh petugas kebersihan.

Salah satu warga setempat, Daeng Pali, mengaku sangat risih dengan kondisi tersebut. Menurutnya, tumpukan sampah yang terpapar hujan dan panas matahari membuat aroma busuk semakin menjadi-jadi.

"Sampah ini sudah seminggu lebih tidak diangkut. Baunya sangat busuk, apalagi bercampur air hujan dan panas. Kami sangat terganggu," keluh Daeng Pali

Lambannya penanganan sampah di awal Ramadan 1447 Hijriah ini memicu kritik terhadap Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Takalar. Instansi terkait dinilai tidak sigap dalam menjalankan program kebersihan wilayah.

Padahal, keberadaan sampah busuk di dekat area kuliner siap saji seperti FCC sangat berisiko terhadap higienitas makanan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Saat dikonfirmasi mengenai masalah ini, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Takalar, Sabaruddin Daeng Lallo, tidak memberikan penjelasan rinci mengenai penyebab keterlambatan pengangkutan.

"Sudah saya sampaikan ke Kabid yang tangani," tulisnya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, tumpukan sampah di Pasar Sentral Takalar tersebut terpantau masih berserakan dan belum dievakuasi ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Warga berharap pemerintah segera melakukan gerakan cepat agar kekhusyukan ibadah di bulan Ramadan tidak terganggu oleh aroma sampah yang menyengat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua