KABARBUGIS.ID – Sakinah (10) penjual keripik ubi keliling di ibu kota Kabupaten Pinrang. Tanpa bersekolah, ia lebih memilih mengais rejeki di usia yang masih belia.
Gadis kecil ini beralamat di Jalan Emiselang, Kecamatan Paleteang, Kabupaten Pinrang. Keseharian Sakinah menjual keliling dagangannya dari tempat ke tempat yang lainya dengan berjalan kaki.
Keripik ubi bertabur gula merah yang dijual itu seharga Rp 5000 per satu kantong plastik yang isinya empat lapis setebal kartu ATM.
Di usia yang sangat belia dirinya tanpa memikirkan waktu bermain dengan teman-teman sebayanya, hingga ia tidak bersekolah dengan alasan tak memiliki dokumen kependudukan.
Kepada KabarBugis.id, Sakinah mengaku tak bersekolah karena tidak memiliki akta kelahiran atau dokumen kependudukan dari dinas terkait.
"Tidak pernah ka sekolah, tidak ada akte kelahiran ku," katanya di salah satu cafe di Pinrang, Selasa (6/9) sore.
Sakinah mengungkapkan dirinya tinggal bersama Tantenya bernama Imma. Imma turut membantu Sakinah berjualan keliling keripik.
"Tidak tinggal ma sama mama ku. Saya tinggal sama tante ku namanya Imma, Pinna namanya mama ku," tutur Sakinah dengan raut wajah sedih namun tetap tersenyum.
Sakinah sangat rindu ingin bersekolah layaknya anak-anak sebayanya. Dirinya mengakui keterbatasan keluarga, sehingga ia lebih memilih jualan keliling keripik.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pinrang, Budaya Hamid menjelaskan syarat untuk masuk sekolah bagi calon peserta didik harus memiliki dokumen kependudukan.
"Ya, memang syarat untuk bersekolah harus punya dokumen kependudukan. Coba komunikasikan ke dinas terkait," kata Budaya Hamid yang juga merupakan Sekda Pinrang itu.
Sementara itu, melalui sambungan seluler Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Pinrang Andi Askari yang dikonfirmasi belum merespon.Â