Langsung ke konten
News

Perumda Pasar Makassar Raih Laba Rp435 Juta, 50 Karyawan Dipangkas

Redaksi
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Ali Gauli Arief, (Dok: Ist).
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Ali Gauli Arief, (Dok: Ist).
KabarMakassar.com -- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Makassar Raya mulai menunjukkan performa keuangan yang membaik setelah mengalami masa defisit dalam beberapa bulan terakhir. Di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Pasar Makassar Ali Gauli Arief, perusahaan berhasil mencetak laba sebesar Rp435 juta hanya dalam satu bulan operasional. “Selama tiga bulan sebelumnya kita minus dari laba. Tapi bulan ini, kita berhasil meraih Rp435 juta. Padahal laba tahunan kita sebelumnya hanya sekitar Rp200 juta,” ujar Ali Gauli, yang akrab disapa Ulli, Kamis (19/06). Lompatan kinerja tersebut menjadi indikasi awal dari keberhasilan strategi penataan internal yang saat ini sedang dijalankan manajemen. Sejak ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama pada 21 April 2025, Ali Gauli langsung melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur organisasi dan beban keuangan perusahaan. Salah satu fokus utama penataan adalah pembenahan sumber daya manusia. Saat ini, Perumda Pasar tercatat memiliki lebih dari 500 karyawan, jumlah yang menurut Ulli jauh melebihi kebutuhan ideal perusahaan yang hanya sekitar 150 pegawai aktif. “Kami menemukan banyak pegawai yang sudah pensiun atau tidak lagi aktif masuk kantor. Jumlah ini membebani belanja perusahaan, dan karena itu kami mulai lakukan efisiensi,” jelasnya. Sebagai bagian dari efisiensi tersebut, Perumda Pasar telah memberhentikan 50 pegawai sejak Mei 2025. Pemangkasan ini dilakukan berdasarkan evaluasi keaktifan dan profesionalisme masing-masing individu. Menurut Ulli, proses ini masih akan berlanjut pada Juni dengan jumlah yang lebih besar. “Target pengurangan karyawan bulan ini lebih signifikan. Kita sedang identifikasi kembali semua pegawai yang benar-benar aktif bekerja dan berkontribusi. Ini bukan semata pemangkasan, tapi penataan agar perusahaan bisa sehat kembali,” ujarnya. Selain efisiensi SDM, manajemen juga memangkas belanja yang tidak relevan dan menerapkan sistem pengelolaan keuangan berbasis digital. Langkah ini diambil untuk memastikan transparansi dalam alur pendapatan dan pengeluaran perusahaan, serta meminimalkan potensi kebocoran. “Dari sisi teknologi informasi, kami sudah mulai integrasikan pelaporan keuangan secara online. Bahkan, kami sedang siapkan aplikasi yang nantinya dapat digunakan pedagang agar semua transaksi bisa terdata,” ungkapnya. Digitalisasi ini, lanjut Ulli, diharapkan mampu mengurangi pembiayaan yang tidak perlu dan meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh. Guna memperkuat tata kelola dan memastikan proses perbaikan berjalan optimal, Direksi Perumda Pasar juga menggandeng lima tenaga ahli dari berbagai bidang. Kelima profesional tersebut difokuskan untuk membenahi sektor teknologi informasi, sumber daya manusia, pelaporan keuangan, akuntansi, dan perpajakan. “Para tenaga ahli ini menjadi mitra strategis Direksi. Mereka membantu kami menyusun strategi dan solusi konkret untuk memperbaiki struktur perusahaan dari dalam,” ujarnya. Melalui kombinasi strategi efisiensi, digitalisasi, dan dukungan tenaga profesional, Perumda Pasar Makassar Raya kini mulai menapaki jalur pemulihan yang solid. " laba yang meningkat dan struktur organisasi yang dirampingkan, manajemen optimistis perusahaan akan kembali berkontribusi secara signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar di masa mendatang," pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua