Langsung ke konten
News

Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Sinjai Dorong Investasi dan Produktivitas Sektor Unggulan

Redaksi
Rapat pembahasan percepatan pertumbuhan ekonomi Sinjai (dok. Ist)
Rapat pembahasan percepatan pertumbuhan ekonomi Sinjai (dok. Ist)
KabarMakassar.com -- Pemerintah Kabupaten Sinjai mulai mengonsolidasikan strategi percepatan pertumbuhan ekonomi daerah sebagai respons terhadap tantangan ekonomi global dan nasional yang memberi dampak signifikan pada daerah. Rapat yang digelar di Command Center Rumah Jabatan Bupati Sinjai, Rabu (19/11/2025), membahas berbagai langkah teknis untuk memperkuat struktur ekonomi dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam rapat tersebut, Bappeda Sinjai memaparkan arah kebijakan dan kondisi ekonomi terkini sebagai dasar penyusunan langkah percepatan. Pemkab Sinjai menargetkan sinergi yang lebih kuat antar-OPD, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya agar program penguatan ekonomi berjalan lebih terarah. Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, menekankan bahwa percepatan ekonomi bukan semata persoalan target angka, tetapi terkait langsung dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Dia meminta seluruh pihak memperkuat dukungan terhadap iklim investasi, inovasi, dan pengembangan kewirausahaan di Sinjai. “Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu, berkolaborasi, dan bergerak bersama. Pemerintah daerah akan selalu membuka pintu sinergi, karena kami percaya bahwa masa depan Sinjai yang lebih maju hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh pihak,” ujarnya. Lebih jauh, kata Ratnawati, pihaknya juga akan mengadopsi sembilan langkah konkret percepatan ekonomi yang disepakati Kemendagri, Bappenas, dan BPS. Langkah tersebut mencakup percepatan realisasi APBD, percepatan realisasi PMA dan PMDN, percepatan proyek infrastruktur pemerintah, pengendalian harga bahan pokok, serta pencegahan ekspor-impor ilegal. Selain itu, juga akan diprioritaskan perluasan kesempatan kerja serta peningkatan produktivitas sektor potensial seperti pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, pariwisata, dan industri manufaktur berbasis potensi lokal. Kemudahan berusaha agar pelaku UMKM dan investor menjadi bagian dari agenda percepatan tersebut. Ratnawati menyebut percepatan ekonomi sebagai komitmen bersama untuk menurunkan angka kemiskinan, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang. Dia berharap hasil rapat dapat menjadi momentum konsolidasi kebijakan yang lebih terukur dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua