KabarSelayar.id -- Goa Topa nama yang disematkan pada situs ini, sulit terlihat karena tersembunyi dibawah akar pohon. Lokasinya terletak di Lingkungan Passaderang Kelurahan Bontobangun Kecamatan Bontoharu. Jaraknya sekitar 4,5 KM dari Pusat Kota Benteng Ibu Kota Selayar, sekitar 200 meter dari jalan poros bandara H. Apoeppala.
Pada tahun 80-an situs ini masih ramai dikunjungi wisatawan lokal, menurut warga yang bermukim tak jauh dari Goa tersebut.Â
Dari data Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Selayar (ISSN 0215-2290) yang terdapat dalam buku Kepulauan selayar dalam angka 2010, tercatat bahwa Topa adalah salah satu obyek wisata alam dan salahsatu sumber mata air PDAM di Kepulauan selayar.Â
Situs wisata alam ini sudah hampir 20 tahun tidak terjamah oleh wisatawan lokal. Saat ini hanya pihak PDAM selayar dan pemilik kebun yang terlihat beraktifitas disekitarnya. Terlihat sisa puing puing gazebo kayu (bangunan lama) masih ada tersimpan rapi disamping mulut goa.
Sebelum memasuki gua ini, kalian wajib menaruh sebatang kayu dimulut gowa. Menurut cerita yang sudah turun-termurun, jika kita tidak menancapkan kayu atau ranting pohon sebagai pemopang atau penyangga mulut goa maka akan tertutup dengan sendirinya. Berbagai versi cerita masyarakat tentang hal itu, benar atau tidaknya silahkan buktikan sendiri.
Mulut Goa tersebut berbentuk opal seperti mata, mempunyai tinggi sekitar 60 centimeter dan lebar sekitar 150 cm tapi sebagian mulut goa sudah tertutupi potongan ranting kayu. untuk masuk ke dalam goa tersebut harus jongkok dan menunduk karena sempit. Ada hal mengejutkan Ketika sudah berada didalamnya, ternyata ruangannya luas. lebarnya mencapai 7 meter, panjang sekirat 15 meter dan tinggi langit-langitnya beragam, tertinggi sekitar 6 meter dari permukaan tanah.
Dalam ruangan goa itu terdapat seperti kubangan kerbau namun airnya jerni dan kedalamannya sekitar 50-100 cm, lumayan untuk berendam. Ujung pada goa tersebut terdapat pintu keluar yang aksesnya menuju permuakaan tanah diatas langit-langit goa. Namun sedikit kesulitan jika melaluinya, karena bidang tanahnya terjal. Harus ada teman membatu untuk mendakinya.
Setelah melalui pintu keluar goa tersebut kita akan melihat mulut gowa lain.Â
"Bahaya Pak, harus hati hati, karena akses masuknya terjal dan dalam. Akan membahayakan diri jika dipaksakan apalagi sendirian" ungkap Hasan pemilik kebun.
dikarenakan warga (pemilik kebun) melarang, akhirnya penulusuran awak media dihentikan, hanya bisa melihat dari atas langit-langit goa menakjubkan. Hingga saat ini tim kabarselatan.id masih penasaran isi dalam goa tersembunyi tersebut.