Langsung ke konten
News

Pemprov Sulsel Perpendek Jalur Distribusi Untuk Harga Pangan Murah

Redaksi
Suasana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. (Dok. Syamsi/KabarMakassar)
Suasana pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Tamalanrea, Makassar. (Dok. Syamsi/KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengambil langkah strategis untuk menstabilkan harga pangan di tengah tekanan inflasi dan lonjakan harga beras. Melalui Gerakan Pangan Murah (GPM), Pemprov Sulsel tidak hanya menyediakan akses bahan pokok murah, tetapi juga memotong rantai distribusi dengan menghadirkan langsung komoditas dari petani ke tangan konsumen. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk intervensi pasar yang efektif, guna mengurangi biaya distribusi yang kerap menjadi penyebab utama naiknya harga. Pemangkasan rantai pasok dilakukan tanpa biaya tambahan, sehingga masyarakat dapat membeli pangan dengan harga lebih terjangkau. “Kenapa harganya murah, jawabannya kita memperpendek rantai pasok di mana pangan yang hadir di sini kita datangkan dan sama sekali kita tidak pungut biaya. Mereka datang membawa barangnya, dengan senang hati membantu masyarakat,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, M. Ilyas, dalam kegiatan GPM di Kecamatan Tamalanrea, Makassar, Selasa (08/07). Komoditas yang disediakan dalam GPM datang langsung dari kelompok tani, termasuk hortikultura seperti cabai dan tomat dari petani di Malino, Kabupaten Gowa. Pemprov Sulsel memastikan seluruh pangan strategis yang berkontribusi terhadap inflasi dapat dihadirkan langsung tanpa perantara, termasuk beras, gula, minyak goreng, hingga ikan. “Contoh yang dihadapan kami ini, kayak komoditas hortikultura langsung dari petani dari Malino, jadi dia senang sekali bisa bergabung dengan kita, senantiasa mereka mendukung kegiatan kita,” ujar Ilyas. Gerakan Pangan Murah ini, kata Ilyas, juga menjadi bentuk nyata pengabdian pemerintah kepada masyarakat. Dengan meniadakan rantai distribusi panjang, harga bisa ditekan di bawah harga pasar. Ini sekaligus menjadi upaya pengendalian inflasi melalui ketersediaan dan keterjangkauan pangan. “Alhamdulillah hari ini antusiasme masyarakat pada gerakan pangan murah tidak kendor, bagaimana kami menghadirkan pangan di tengah-tengah masyarakat,” ucapnya. Menurut Ilyas, masyarakat tak perlu lagi datang ke pasar karena semua kebutuhan pokok telah disiapkan langsung oleh pemerintah. GPM membawa berbagai bahan pangan penting hingga olahan turunannya, bahkan turut menggandeng Bulog untuk menjamin ketersediaan stok. “Jadi mereka tidak perlu lagi ke pasar karena kami sudah menghadirkan apa yang mereka butuhkan terutama pangan pokok yaitu beras, pangan-pangan strategis seperti kelompok hortikultura, cabai, tomat, ada sayur-sayur, juga dari Bulog yang senantiasa mendukung kami yaitu beras, gula pasir, minyak goreng, tepung dan aneka macam kuliner dari turunan pangan. Ada juga ikan sebagai salah satu penyumbang inflasi,” jelas Ilyas. GPM juga disebut sebagai upaya langsung menghadirkan produk pertanian lokal ke masyarakat luas. Semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini disebut sebagai bagian dari rantai nilai lokal yang memperkuat ekonomi daerah. “Nah semua yang hadir di sini merupakan perpanjangan tangan dari petani dan peternak kita,” tegasnya. Komoditas beras yang kini berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) menjadi salah satu fokus utama. Pemprov Sulsel terus menggandeng gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta Bulog agar stok tetap terjaga dan terjangkau. “Nah untuk komoditas yang kita salah satu penyebab inflasi memang khususnya beras, yang memang sudah di atas harga eceran tertinggi, kami tetap menggandeng Gapoktan kami dan juga dari Bulog untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua