KabarMakassar.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) memberikan perhatian serius dalam sektor pendidikan serta anak berkebutuhan khusus.
Hal tersebut ditunjukkan dengan pemberian tabungan khusus kepada kurang lebih 5.000 anak yang ada di Sulsel.
Pertama kali diberlakukan, Pemprov Sulsel menargetkan akan memberi dana sebanyak Rp1.000.000 untuk tabungan tahunan anak.
Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menegaskan jika tabungan tersebut digunakan untuk kebutuhan kepentingan pendidikan, pelayanan dasar, atau kesehatan anak berkebutuhan khusus.
"Jadi nanti anak-anaknya punya rekening sendiri dikontrol oleh kepala sekolahnya dan kadis pendidikan," ujar Andi Sudirman di Benteng Fort Rotterdam pada Kamis (19/06).
"Karena ini sudah tengah tahun, setengah semester kita kasih 50 persen dulu, dan tahun depan kita kasih full 100 persen untuk tahun depan 5 miliar, untuk tahun ini 2,5 miliar," tambahnya.
Lebih lanjut ia menyebut, apabila tabungan tersebut hendak dipakai untuk kepentingan pribadi, maka para siswa harus menyampaikan kepada kepala sekolah serta guru mereka.
"Kita ke depan nanti kalau anggaran bagus, kita naikkan lagi. Saya inginkan Sulsel menjadi jangkar untuk memperhatikan anak-anak disabilitas kita. Anak-anak berkebutuhan khusus. Yang berprestasi kita kasih biaya prestasi, teman-teman yang khusus kita berikan juga alokasi khusus," paparnya.
Sudirman menyebut juknis pemanfaatan tabungan tersebut akan segera digodok. Namun, ia menekankan jika penyaluran tabungan kepada anak-anak berkebutuhan khusus atau disabilitas akan dilaksanakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Iqbal Nadjamuddin mengatakan jika model tabungan tersebut akan diberi dalam bentuk beasiswa atau bentuk lainnya.
Pengaturan belanja juga diserahkan kepada kepala sekolah atau guru, agar dapat membantu anak disabilitas dalam memenuhi kebutuhannya.
"Tadi kita sudah bicara dengan Sulselbar, mereka memfasilitasi nanti mempermudah, tahun ini insya Allah. Mungkin di semester kedua itu bukan full satu tahun jadi mungkin setengah dulu," tuturnya.
"Untuk pemanfaatannya sendiri, seperti yang disampaikan tadi bapak. Itu untuk kepentingan pembelajarannya anak-anak di sekolah," pungkasnya.
Pilihan Lain