KabarMakassar.com -- Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf dan Wakil Bupati Andi Edy Manaf kompak menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat Kecamatan Herlang.
Selain itu, tampak Wakil Ketua DPRD H. Patudangi juga hadir pada forum perencanaan tingkat kecamatan, Rabu (22/02).
Mewakili Bappelibangda Baharuddin dalam pengantarnya menyampaikan tantangan penganggaran tahun 2024 cukup berat karena agenda politik Pemilihan Umum serentak tahun 2024.
Selain menganggarkan program kegiatan yang sifatnya mandatory (wajib) dari pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten Bulukumba juga harus mengalokasikan anggaran penyelenggaraan Pemilu kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sekitar Rp 25 milyar dan Bawaslu sekitar Rp 15 milyar.
“Beban anggaran 2024 cukup berat, sehingga ketika nantinya usulan prioritas tidak direalisasi bukan berarti tidak diperhatikan. Lebih banyak anggaran untuk mandatory, termasuk membiayai gaji delapan ratusan PPPK Guru dan tenaga kesehatan yang diterima tahun lalu,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD H. Patudangi mengemukakan, era Pemerintahan Andi Utta-Edy Manaf memiliki tantangan karena masa jabatannya hanya sekitar 3 tahun lebih. Berbeda dengan masa jabatan sebelumnya yang genap 5 tahun.
Olehnya itu tahun anggaran 2023 ini pihak DPRD, kata Patudangi akan mendukung pencapaian program strategis pemerintah daerah melalui usulan penganggaran dari Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dengan mengikuti menu yang ditawarkan oleh pemerintah daerah.
“Misalnya kita (Pokir DPRD) menganggarkan Rp 21 milyar untuk peningkatan jalan. Termasuk juga mendukung program bibit unggul sebesar Rp 4 milyar,” ungkapnya.
Menurutnya Bupati Andi Utta dan Wabup Edy Manaf sudah berupaya mewujudkan programnya dan bekerja maksimal untuk kepentingan masyarakat Bulukumba.
“Saya kira ini yang harus kita pahami bersama, mari tokoh masyarakat, tokoh agama dan pemuda, para pemangku kepentingan untuk dukung visi misi pemerintahan bupati dan wakil bupati,” ajak Patudangi.
Jika ada hal-hal yang tidak sesuai di lapangan, legislator Gerindra itu mengajak untuk membicarakan secara baik-baik, disampaikan dengan baik agar persoalan tersebut bisa diselesaikan.
“Daripada kita kesana kemari ribut, sehingga semua orang tahu, padahal belum tentu itu benar. Yang kurang baik mari kita perbaiki dan yang sudah baik kita tingkatkan dan lanjutkan,” bebernya.