- William Ruto (Presiden Kenya)
- Bola Ahmed Tinubu (Presiden Nigeria)
- Sheikh Hasina (mantan Perdana Menteri Bangladesh)
- Gautam Adani (pengusaha India)
News
OCCRP Klarifikasi Masuknya Nama Jokowi sebagai Tokoh Terkorup Sedunia
Belakangan ini media sosial sedang dihebohkan terkait nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang muncul dalam daftar finalis Person of the Year 2024 kategori kejahatan terorganisasi dan korupsi yang dirilis oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Diketahui, lembaga berbasis di Amsterdam ini
Redaksi
KabarMakassar.com -- Belakangan ini media sosial sedang dihebohkan terkait nama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang muncul dalam daftar finalis Person of the Year 2024 kategori kejahatan terorganisasi dan korupsi yang dirilis oleh Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Diketahui, lembaga berbasis di Amsterdam ini mengumpulkan nominasi melalui Google Form sejak Jumat (22/11/2024) Lalu.
Karena kasus ini menjadi sorotan dunia, pihak OCCRP pun memberikan klarifikasi. OCCRP pun menegaskan bahwa mereka tidak memiliki bukti yang menunjukkan keterlibatan Jokowi dalam tindakan korupsi.
Sebaliknya, mereka mengaitkan nominasi ini dengan persepsi masyarakat terhadap kebijakan-kebijakan yang dianggap melemahkan lembaga antikorupsi dan demokrasi di Indonesia.
OCCRP menjelaskan bahwa nominasi untuk penghargaan ini dilakukan secara terbuka, dengan lebih dari 55.000 nama diajukan oleh masyarakat dunia.
Proses seleksi melibatkan panel juri yang terdiri dari akademisi, jurnalis, dan perwakilan masyarakat sipil.
"Kami tidak memiliki kendali atas nama-nama yang dinominasikan karena semuanya diajukan oleh masyarakat. Mereka yang masuk ke dalam daftar finalis adalah nama-nama yang mendapatkan suara daring terbanyak," jelas OCCRP melalui situs resminya.
Meskipun demikian, OCCRP menggarisbawahi bahwa tidak semua finalis memiliki bukti keterlibatan langsung dalam korupsi atau pelanggaran hukum lainnya.
"OCCRP tidak memiliki bukti bahwa Jokowi terlibat dalam korupsi untuk keuntungan finansial pribadi selama masa kepresidenannya," tulisnya.
Namun, mereka menyebut kritik masyarakat sipil terkait kebijakan Jokowi yang dianggap melemahkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan lembaga pemilu di Indonesia.
Langkah ini dinilai berkaitan dengan ambisi politik keluarganya, khususnya terkait posisi putranya, Gibran Rakabuming Raka, sebagai wakil presiden baru.
Selain Jokowi, finalis untuk penghargaan ini meliputi:
Pilihan Lain