News
Niat dan Keutamaan Puasa Arafah di Bulan Dzulhijjah
Puasa Arafah adalah ibadah yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah, khususnya bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan bulan-bulan lainnya. Mengutip dari buku "Hidup Hanya Sekali, Manfaatkan Waktumu" karya Fajar K, disebutkan dalam sebuah had
Redaksi
KabarMakassar.com -- Puasa Arafah adalah ibadah yang dianjurkan selama bulan Dzulhijjah, khususnya bagi umat Muslim yang tidak sedang menunaikan ibadah haji. Bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan tersendiri dibandingkan bulan-bulan lainnya. Mengutip dari buku "Hidup Hanya Sekali, Manfaatkan Waktumu" karya Fajar K, disebutkan dalam sebuah hadits mengenai keutamaan bulan Dzulhijjah.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak ada amal yang lebih suci di sisi Allah dan tidak ada yang lebih besar pahalanya daripada kebaikan yang dikerjakan pada sepuluh hari Adha." (HR. ad-Daruquthni).
Ibnu Rajab dalam kitab "Lathaif al-Ma'arif" menyatakan bahwa hadits ini menunjukkan amal ibadah pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah lebih dicintai Allah daripada amal pada hari-hari lainnya, tanpa pengecualian. Jika suatu amal lebih dicintai Allah, maka amal tersebut lebih utama di sisi-Nya.
Abd. Rahem dalam bukunya "Kembalilah kepada Allah" menegaskan bahwa kaum Muslimin dianjurkan memperbanyak amal sholeh pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah Puasa Arafah. Syaikh Sulaiman Ahmad Yahya Al-Faifi dalam buku "Ringkasan Fikih Sunnah" menyebutkan bahwa Puasa Arafah sangat utama untuk dikerjakan.
Pilihan Lain