KabarMakassar.com -- Musisi Aborigin terkemuka Australia, Ngulmiya Nundhirribala bersama putranya, Nayuryur Nundhirribala tampil perdana di Festival ‘Gig on the Green’ yang digelar Konsulat Jenderal Australia di Makassar yang berlangsung di Roof top Nipah Park Mall, Makassar, Sabtu (03/05) malam.
Ngulmiya dikenal dengan suara khasnya dan ketertarikannya yang mendalam pada tradisi dan budaya adat Penduduk Asli Australia dan sejarahnya dengan Makassar.
Musiknya menggabungkan cerita dan lagu tradisional dalam Bahasa Wubuy atau bahasa asli Suku Yolngu dari Arnhem Land Australia Utara dengan aransemen kontemporer yang banyak lagu, bahasa dan tariannya terinspirasi dari Makassar.
Bahkan, tulisan unik pada sampul albumnya terinspirasi dari Aksara Lontara.
Ngulmiya tampil memukau dengan berkolaborasi bersama seniman lokal dari Marege Institut.
Ngulmiya menjelaskan bahwa identitas budayanya adalah perpaduan antara Aborigin dan warisan Makassar.
Lagu-lagu yang ia tampilkan bahkan mengandung bahasa Bugis dan Makassar, merefleksikan keterhubungan leluhurnya dengan para pelaut dari Sulawesi Selatan yang dahulu menjalin kontak dagang dan budaya dengan komunitas Aborigin Australia.
Ngulmiya menjelaskan bahwa dalam salah satu lagunya yakni bertajuk Gabalandhurra (Red Flag) memiliki makna historis dan berkembang selama berabad-abad hubungan antara keluarganya dengan pelaut-pelaut asal Makassar di masa silam.
Ia menceritakan bahwa lagu Gabalandhurra memiliki histori tentang bendera merah yang diletakkan para pelaut sebagai sebuah tanda di kapal yang berlabuh di Makassar serta bagaimana hubungan kultural antara suku-suku Aborigin dengan suku di sana yang ada sejak zaman dulu dan masih berlanjut hingga sekarang.
“Ini merupakan lagu yang menceritakan tentang hubungan sejarah berabad-abad lalu antara keluarga saya dengan pelaut-pelaut dari Makassar," ungkapnya
Kunjungan Ngulmiya ke Makassar merupakan kali kedua dan ia sangat bangga dapat membawakan lagu-lagunya yang sarat akan makna sejarah Australia dan Makassar.
Pilihan Lain