KabarSelatan.id -- Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Turatea Jeneponto bakal menggelar Shalat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 Hijriah pada Sabtu 9 Juli 2022 mendatang.
Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Turatea Jeneponto Syahrir Sarea membenarkan jika PD Muhammdiyah Jeneponto bakal melaksanakan Shalat Idul Adha lebih awal ketimbang keputusan pemerintah.Â
"Ya, kami meminta masyarakat khususnya simpatisan Muhammadiyah untuk menggelar Shalat idul Adha pada hari Sabtu di Pusat Dakwah Muhammadiyah," ucapnya Kepada Kabarselatan.id, Rabu (6/7).
Rencananya, lebaran idul Adha itu bakal digelar dijalan Lanto Daeng Pasewang, Romanga tepat disamping MAN Binamu.
Tak hanya itu, lebaran Qurban itu juga bakal digelar secara serentak diseluruh wilayah Kabupaten Jeneponto.Â
"Untuk lokasinya sendiri, kita proyeksikan di cabang Muhammadiyah Kecamatan. Seperti Kecamatan Tamalatea, Bangkala Loe (Bontoramba), Ujung Tarowang, Cabang Bangkala, Bangkala Barat, Turatea dan Cabang Rumbia,"Jelas Syahrir.
Untuk khatib dan imamnya sendiri, akan diakomodir oleh pimpinan cabang Muhammadiyah disetiap wilayah Kecamatan.
Sementara di kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah kita proyeksikan sebagai Khatib itu adalah mantan Ketua PD Muhammadiyah Jeneponto.
"Untuk Khotbah kita persiapkan Ustazd H. Malikul Hakkul Mubin dan imamnya kita tunjuk Mantan Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ustadz Hariandi,"beber Syahrir.
Ia pun memprediksi jika Shalat Idul Adha kali ini bakal membludak lantaran banyaknya kader yang tersebar di wilayah Jeneponto.
"Boleh jadi ribuan kader Muhammadiyah yang hadir. Ada kader biologis, kader ideologis, kader simpatisan Muhammadiyah saat ini dan semuanya sudah mengetahui jadwal pelaksanaan shalat Idul Adha ini,"akunya.
Dikonfirmasi terkait perbedaan jadwal yang dikeluarkan pemerintah sebelumnya ia mengaku sejauh ini tak ada bentuk intervensi.
"Tidak ada lantaran Muhammadiyah dari tahun ke tahun sudah mempunyai mekanisme atau hitungan penanggalan tersendiri. Baik Idul Fitri maupun Idhul Adha,"ungkapnya.
Untuk proses pengamanan, kami sudah meminta kepolisan untuk mengamankan acara tersebut. Apalagi digelar dijalur Provinsi.
"Kami meminta kepolisian agar mengatur arus lalu lintas yang akan dialihkan selama sekian jam supaya pelaksanaan sholat Idul Adha ini dapat berjalan lancar, tertib dan aman. Bahkan Komando kesiap Siagaan Angkatan Muda Muhammdiyah juga akan diturunkan,"pungkasnya.
Sementara itu Suardi A. Kahar yang merupakan warga Belokallong, Binamu itu menyambut baik langkah yang ditempuh Muhammadiyah.
Dimana momentum kali ini berbeda dengan pelaksanaan Shalat Idhul Adha 10 Dzulhijjah yang akan dilakukan oleh pemerintah Pusat maupun Pemkab Jeneponto.
Namun perbedaan itu sedapat mungkin disikapi secara bijaksana karena terdapat dua pendekatan.
" Ya, saya rasa hanya berbeda metode. Muhammadiyah menggunakan Metodologi Hisab sedangkan Pemerintah dengan Metodogi Ruqyah sehingga tidak perlu dipertentangkan,"tukasnya.