Langsung ke konten
News

KPU Makassar Beberkan Sejumlah Kendala Coklit Pantarlih

Redaksi Diperbarui

KabarMakassar.com -- KPU Kota Makassar membeberkan sejumlah kendala yang dihadapi proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk pemutakhiran data pemilih Pemilu 2024 mendatang.

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Makassar Endang Sari saat dikonfirmasi KabarMakassar.com, Kamis (9/3). Dimana peogress coklit Pantarlih ini sudah mencapai 87,92%.

Disebutkan bahwa pada tanggal 27-28 Februari lalu, KPU Makassar telah melaksanakan rapat koordinasi dengan PPK dan PPS dan hasil rapat koordinasi evaluasi kerja Pantarlih.

Dimana menginventarisir kendala yang dihadapi pantarlih di lapangan. Yakni banyak warga yang alamat KTP nya adalah RT 0/RW 0 dan tidak ada alamat jelas (hanya ada kelurahannya yang tercantum) sehinngga tidak bisa ditemukan di lapangan.

"Ada pemekaran kelurahan sehingga data DP4 yang turun tidak sesuai dengan data faktual dilapangan," sebut Endang Sari.

"Beberapa warga di kompleks perumahan elit masih sulit untuk ditemui karena ketatnya security system di perumahan tersebut," tambahnya.

Dikatakan bahwa hasil restrukturisasi TPS masih belum akurat memposisikan lokasi coklit pemilih.

"Di Rapat koordinasi evaluasi kerja pantarlih ini, kami juga menekankan pentingnya menjaga hak politik pemilih dengan cara memastikan semua pemilih yang memenuhi syarat. Sehingga dipastikan masuk dalam daftar pemilih yang akan disusun nantinya," ujarnya.

Begitu pula, dia tambahkan, bahwa terhadap pemilih disabilitas untuk dipastikan pendataannya sehingga kami juga bisa melahirkan data pemilih disabilitas yang akurat.

"Jadi kami tekankan pula bahwa tahapan pemuktahiran data pemilih ini adalah tahapan awal pemilu yang sangat penting. Karena menjadi dasar pemenuhan hak pilih warga negara. Dan juga dasar bagi proyeksi logistik pemilu yang akan digunakan di tiap TPS," tandasnya.

 

 

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua