“Kita belum melihat langkah taktis pemerintah menyikapi kejadian luar biasa ini,” ujarnya, Rabu (12/02).
Munzil menyebut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah merilis peringatan dini terkait potensi hujan lebat beberapa hari sebelumnya. Namun, menurutnya, tidak ada langkah antisipatif konkret yang dilakukan pihak terkait.
“Semuanya harusnya sudah terkoordinasi sejak awal dan disampaikan ke seluruh unit terkait,” tegasnya.
Ia menyoroti kemacetan parah di Poros Makassar-Maros yang membuat banyak warga terjebak dalam kendaraan selama belasan jam. Situasi ini menjadi lebih sulit bagi mereka yang tidak membawa bekal, memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau membawa balita serta lansia.
“Belum lagi ada kedaruratan mobil ambulans yang membawa pasien yang harus segera ditangani,” tambah Munzil.
Menurutnya, pemerintah seharusnya mengambil langkah-langkah luar biasa untuk menangani situasi ini.
“Pemerintah punya kewenangan dan kemampuan untuk memastikan tidak ada warga yang kelaparan atau mengalami kedaruratan tanpa bantuan,” ungkapnya.
Ia juga menyarankan agar seluruh fasilitas kesehatan di sepanjang jalur rawan macet ditingkatkan kapasitasnya guna menghadapi kemungkinan lonjakan kebutuhan darurat.
“Pemerintah bisa mensuplai makanan untuk warga yang terjebak, terutama mereka yang menjadi prioritas,” pungkasnya.