KabarMakassar.com -- Sebanyak 50 orang peserta yang mengikuti bimbingan belajar (bimbel) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang digelar Komisi Pekabaran Injil (PI) Gereja Toraja bekerjasama dengan Arete Studi Club di gedung PGI Wilayah Sulselbara di Jl. Racing Centre No.59, Karampuang, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Dari 50-an peserta ada beberapa diantaranya yang bersekolah dari pelosok wilayah Sulawesi Selatan diantaranya, Mappak di Kabupaten Tana Toraja hingga dari Rongkong dan Seko di Luwu Utara.
Sekretaris Komisi PI Gereja Toraja, Pendeta (Pdt) Arman Dannari S.Th., M.M ditemui di PGI Wilayah Sulselbara mengatakan, jika Bimbel yang dilakukan Komisi PI Gereja Toraja merupakan yang ketiga kalinya. Dimana bimbingan belajar dimulai dengan 9 anak berasal dari Seko dan 5 diantaranya lulus di Perguruan Tinggi. Hal tersebut menjadi acuan untuk tetap terus menggelar tiap tahunnya bimbingan belajar agar anak-anak bisa mendapatkan tempat di perguruan tinggi negeri.
"Ini sudah tahun ketiga yang di gelar, kemudian diawali dari 9 anak dari Seko dan 5 diantaranya lolos Perguruan Tinggi Negeri kemudian tahun kemarin (2021) bertambah jadi 14 orang anak yang lulus PTN dan tersebar beberapa perguruan tinggi negeri di wilayah Indonesia," ujar Pdt Arman saat ditemui di Gedung PGIW Sulselbara, Kamis (14/4).
Pendeta Arman menjelaskan jika beberapa mentor bimbel ini merupakan kerjasama dengan Arete Studi Club yang dimana ada yang masih kuliah di Unhas dan juga UNM dan ada juga yang sudah bekerja.
Para peserta Bimbel yang berjumlah 50-an anak ini ditempatkan di ruang atau kamar yang disediakan di Gedung PGI Wilayah Sulselbara agar anak-anak tinggal dan fokus dalam proses Bimbel ini. Ia menjelaskan jika para peserta Bimbel tidak dipungut biaya atau gratis, dimana Bimbel ini merupakan program dari Komisi PI Gereja Toraja.
Â
Ia menambahkan jika Komisi PI Gereja Toraja membuka ruang bagi warga jemaat donasi dan mensupport untuk menunjang pelaksanaan mulai dari makanan bagi anak-anak dan juga tenaga mentor.
"Kita bersyukur karena PGIW Sulselbara membukakan pintu lebar bagi kami untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak kami untuk belajar hingga sampai pada ujian SBMPTN nanti," pungkas Pdt Arman Dannari yang juga Ketua Pelaksana Program Bimbingan Belajar.
Lebih lanjut Pdt Arman mengatakan jika di tempat bimbel ini beragam, selain beragama Kristen Portestan dan Katolik ada juga anak-anak yang belajar dari yang beragama Islam, Hindu hingga penganut Aluktodolo.Â
Sementara itu Mentor Bimbel, Rieke mengaku senang dan bersemangat dalam kegiatan bimbel yang di gelar Komisi PI Gereja Toraja, dimana ia melihat selain peserta konsenterasi dalam bimbel, ia melihat nilai tolerasi ada didalamnya. Karena peserta tidak hanya dari kaum nasrani saja.
"Jadi kondisi dalam bimbel ini sangat baik, didalamnya ada nilai toleransi yang kuat bagi yang muslim masih berkesempatan puasa dan juga mengikuti sholat tarawih pada waktunya, kemudian yang nasrani ada juga jam-jam ibadahnya dan biasanya kita streaming," tambahnya.
Rieke juga mengatakan jika kurang lebih ada 12 orang yang menjadi mentor dari berbagai bidang keilmuan, dan jam belajar sehari ada total 8 jam terbagi dalam pelajaran anak yang IPA dan IPS.
"Total 8 jam pelajaran, ada juga kelas sore bahkan terkadang malam hari ada tambahan belajar," ujarnya.
Para peserta bimbel juga mendapatkan kesempatan setiap minggunya dalam simulasi tryout menggunakan komputer secara online atau sistem simulasi secara UTBK, agar para peserta bimbel tidak asing dalam mempersiapkan ujian masuk perguruan tinggi nantinya.
"Hari Sabtu itu kita ada tryout, dan sistem simulasi ini secara UTBK agar adik-adik berkesempatan simulasi dengan pre-test dan post-test. Serta materi ujian yang digunakan simulasi mata pelajaran dari tahun lalu dari setiap mata pelajaran dengan menggunakan Laboratorium (lab) Komputer di SMA Elim Makassar," kata Rieke.
Salah satu peserta Bimbel asal Seko Luwu Utara, Juli mengaku bangga bisa bergabung bersama teman-teman dari berbagai daerah di Sulsel untuk mendapatkan fasilitas Bimbel yang digelar Komisi PI Gereja Toraja.
"Disini itu bagus, mulai dari fasilitas dan juga mentornya baik-baik serta menyenangkan hingga kita bisa fokus belajar," kata Juli alumni SMAN 13 Luwu Utara.
Juli mengaku senang bisa mendapatkan tempat tinggal selama sebulan sekaligus mendapatkan bimbel yang dinilai berkualitas.
"Sangat senang disini karena menghargai saya yang berpuasa, dan ini banyak pelajaran yang sangat baik didapatkan dari sini, dan berharap setelah bimbel ini bisa lulus dan ingin berkuliah di Universitas Tandulako Palu Fakultas Kehutanan," tutup Juli.
Â