Langsung ke konten
News

Kenaikan BBM Disambut Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Makassar

Redaksi Diperbarui

KabarMakassar.com -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STIM LPI Makassar melakukan aksi unjuk rasa di depan pintu 1 Kampus Universitas Hasanuddin (Unhas), Sabtu (03/09).

Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan pasca Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi dan non subsidi pukul 14:30 WIB tadi di Istana Negara, Sabtu (3/9).

Salah satu massa aksi, Hendra menyebut keputusan pemerintah menaikkan harga BBM subsidi bakal berdampak pada perekonomian masyarakat dengan naiknya harga barang-barang.

Menurutnya, kenaikan harga BBM subsidi tersebut hanya menyengsarakan masyarakat.

"Tolak kenaikan BBM, pemerintah sama sekali tidak memperhatikan masyarakat. Nantinya kebutuhan dan barang-barang akan naik seiring dengan harga BBM yang naik ini," katanya, Sabtu (3/9).

Pihaknya pun meminta Presiden Jokowi untuk kembali menarik keputusan kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kami minta pemerintah untuk membatalkan kenaikan harga BBM ini," pungkasnya.

Para massa aksi tersebut membakar ban di tengah jalan sambil membentangkan spanduk bertuliskan "Tolak Kenaikan BBM" dan "Jokowi Gagal".

Diketahui pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi yakni Pertalite dari harga Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter dan Solar dari harga Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter serta BBM non subsidi Pertamax dari harga Rp12.500 per liter menjadi Rp14.500 per liternya.

Kenaikan harga BBM bersubsidi maupun non subsidi tersebut secara resmi mulai berlaku hari ini, Sabtu, 3 September 2022 pukul 14:30 WIB.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua