Langsung ke konten
News

Kartini Ottong Berharap Penurunan Angka Stunting Harus Diseriusi

Redaksi Diperbarui

KABARBUGIS.ID – Dalam rangka penguatan kemitraan dan pemberdayaan kelompok masyarakat di kampung Keluarga Berencana (KB) sebagai upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sinjai tahun 2022.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Sinjai bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Selatan melaksanakan pertemuan di Ruang Pola Kantor Bupati Sinjai, Jumat (22/4).

Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong, sebelum membuka pertemuan tersebut Ia mengajak semua kalangan agar berupaya dan melakukan langkah konkret demi menurunkan angka stunting sesuai dengan ketetapan target pemerintah pusat yakni 14% di tahun 2024.

"Penurunan angka stunting harus menjadi perhatian serius bagi kita semua karena ini merupakan langkah untuk menyiapkan generasi kedepan yang berkualitas," ajak Kartini Ottong.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB, Andi Tenri Rawe menyampaikan pertemuan ini diinisiasi BKKBN Sulsel bertujuan meningkatkan kapasitas pengelolaan kampung keluarga berkualitas sebagai upaya percepatan penurunan stunting.

"Upaya peningkatan pembentukan jumlah kampung KB serta meningkatkan konversi lintas sektor dalam pembangunan kualitas kampung keluarga disinergikan dengan kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat di Kampung KB," katanya.

"Dengan terbentuknya kampung keluarga yang mandiri diharapkan kita mampu untuk membentuk dapur sehat (Dashat) di Kampung KB dengan tujuan dapat menurunkan angka stunting di kabupaten Sinjai," sambungnya.

Sedangkan Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, A. Rita Maryani menjelaskan pemberian pendampingan pada kelompok sasaran seperti calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak kurang dari dua tahun (Baduta) merupakan upaya pencegahan stunting.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua