KABARBUGIS.ID -- Mengenal lebih jauh manik-manik atau "Kandaure". Kandaure merupakan hiasan unik pakaian adat khas asal Toraja, Sulawesi Selatan yang banyak dipakai oleh wanita setempat saat pesta adat.
Kandaure juga ini kerap digunakan untuk baju pokko atau pakaian adat Toraja untuk wanita yang menghiasi bagian pada ikat kepala, ikat pinggangnya, serta hiasan pada dada serta gelang-gelangnya.
Beragam warna serta untaian terlihat elok dari rumbaian tali Kandure. Dengan corak warna yang mendominasi kuning dan merah serta warna lain seperti hijau sehingga membuat pemakainya terlihat anggun.
Hal ini kita biasa menyaksikan Kandaure di acara pernikahan, upacara rambu solok (adat kematian), tak hanya itu saat anda menyaksikan tarian Toraja yakni tari pagellu.
Keunikan dari Kandaure sendiri memang memiliki filosofi, dimana hiasan manik-manik yang digunakan wanita bermotif ini yang dipasangkan di bagian dada, pinggang memiliki makna berupa keturunan yang hidup dengan penuh kebahagiaan bagai cahaya bagi kehidupan.
Dikutip dari KabaToraya.com, Kandaure bukan hanya sekedar hiasan tetapi memiliki kekuatan untuk melakukan sesuatu, seperti mendatangkan hujan. Kandaure juga dipercaya mendatangkan berkat bagi pemiliknya namun juga dapat mendatangkan malapetaka.
Pada masa lalu, pemakaian Kandaure pada upacara adat di Toraja khusus dipakai oleh keluarga bangsawan karena harganya yang cukup mahal sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat biasa. Pemakaian Kandaure pada pesta adat dan dekorasi ruangan dapat menunjukan status sosial seseorang.
Harga Kandaure ditentukan dari untaian manik-manik. Jika menggunakan “masak” (sejenis manik-manik kuno) maka nilainya semakin tinggi.