KabarMakassar.com -- Menjelang bulan suci ramadhan, Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulawesi Selatan (Sulsel) memastikan stok dan harga beras akan kembali normal.
Diketahui harga beras saat ini mengalami kenaikan harga misalnya untuk jenis premium naik menjadi Rp11.000 dari harga sebelumnya yakni Rp10.000 per liter sejak awal februari kemarin.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPH BUN), Imran Jausi menyebut pihaknya memastikan ketersediaan atau stok dan harga beras akan normal.
Hal itu dikarenakan panen raya akan tiba pada bulan Maret ini menjelang bulan suci ramadhan sehingga ketersediaan kembali akan normal dan harga juga ikut normal.
Menurutnya, selama ini kenaikan harga beras disebabkan karena kurangnya ketersediaan atau stok beras.
"Kenapa harga beras pasar saat itu mahal karena memang pada saat itu kekurangan stok. Menjelang puasa kami pastikan harga akan kembali normal karena panen raya akan segera berlangsung," ungkapnya, Selasa (14/03).
Selain itu pihaknya mengaku akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota untuk kestabilan harga dan ketersediaan beras di setiap daerah.
Pihaknya juga menyebut akan mengkoordinir penyaluran beras hingga keseluruh daerah di Sulsel agar tak ada daerah yang kekurangan beras.
"Kita sebenarnya banyak stok. Tapi Sulsel tidak boleh egois ke daerah-daerah kita akan salurkan," jelasnya.
Â