KabarSelatan.id -- Akses jalan penghubung antar Desa Mangepong dan Desa Paitana di Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, dikeluhkan warga setempat.
Keluhan itu bukan tanpa alasan sebab warga menilai kondisi jalan tersebut sangat rusak parah.
Mirisnya lagi, kondisi itu sudah cukup lama. Pasalnya, jalan itu terakhir kali diaspal saat era kepemimpinan Mantan Bupati Almarhum Radjamilo.
Salah seorang warga setempat menyebut sejak jalan itu diaspal, pemerintah tak pernah melakukan pemeliharaan bahkan diabaikan.
"Pemerintah selama ini seakan tutup mata sebab tak pernah melihat kondisi jalan yang saat ini kondisinya memprihatinkan," ujar Syamsuddin, Rabu (18/5).
Belum adanya perhatian serius dari Pemkab Jeneponto sehingga warga setempat pun bergotong royong untuk melakukan perbaikan.
"Setiap tahun warga berinisiatif memperbaiki jalan namun itu hanya modal swadaya saja sehingga berhasil mengumpulkan 100 Zak semen,"ucapnya.
Meski sudah melakukan perbaikan kata dia, jalan itu masih saja rusak.
Sehingga kami meminta kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera memperbaiki jalan yang menjadi akses utama warga.Â
"Makanya itu, kami minta pemerintah, khususnya dinas pekerjaan umum ( PU) untuk memperbaiki, jalan lantaran banyak yang sudah berlubang bahkan kerap membahayakan pengguna jalan," jelasnya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kadis PU Jeneponto Basyir Bohari sontak kaget terkait keluhan itu.
"Saya tak tahu soal jalan rusak. Termasuk akses jalan di Desa Manggepong, Kecamatan Turatea,"sebutnya.
Alasannya, Ia baru saja menjabat sebagai Kadis pasca ditinggal Nur Arifin yang ditunjuk sebagai Sekda baru Jeneponto.
"Saya sebagai PLT Kadis PU yang baru. kurang lebih dua mingguan ya. Jadi saya belum dapat informasi seperti itu," ucapnya saat ditemui kabarselatan.id, Rabu (18/5/2022).
Meski pemerintah daerah dibilang kurang peka namun ia menampik itu semua lantaran terbentur anggaran.
"Mau dibilang kurang peka saya kira tidak, hanya memang pemerintah ini kita sangat terbatas dengan anggaran. Jadi tentu kita melihat skala prioritas dulu. Yang mana harus kita dahulukan dengan keuangan yang ada. Bukan berarti kita tidak peka hanya kemampuan keuangan yang membatasi," ucapnya.
Kendati demikian, pihaknya akan segera melakukan pengecekan dilokasi itu dan bakal menyiapkan langkah selanjutnya.
Hanya saja kata dia, untuk memperbaiki jalan itu Pemda sepenuhnya belum mampu mengcover semuanya.
"Kalau jalan rusak saya kira banyak yah, cuman kita harus kembali kepada bagaimana kemampuan daerah. Kemampuan kita yah sangat terbatas," sebutnya.
Sebab, Pemda saat ini hanya fokus perbaikan jalan di pusat kota saja.Â
"Sementara memang banyak yang membutuhkan penyelesaian terutama jalan poros yang utama. Dan itu memang tidak mampu kita untuk satu kaligus dituntaskan persoalannya,"jelas Basir.
Disinggung terkait dana alokasi khusus (DAK), Basir belum bisa membeberkan hal itu lantaran belum mengetahui datanya.
"Kita tidak berbicara desa kalau kabupaten yah, tetapi yang pasti untuk tahun ini DAK penanganan jalan dan jembatan sangat terbatas sekali. Jadi saya belum lihat. Baru saya mau minta daftar-daftar di kepala bidang semua," bebernya.
Namun ia berjanji dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengecek semua rencana kegiatan tahun ini baik Bidang Cipta Karya, pengairan maupun Bina Marga.
Olehnya itu, ia berharap agar masyarakat tetap bersabar sembari pemda melobi ke pusat.
"Yah kita berharap masyarakat ini bersabar sambil pemerintah daerah mengupayakan secara maksimal yah dan melakukan pendekatan-pendekatan ke pusat,"tukas Basyir.