KabarMakassar.com -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) Raya Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (17/05).
Aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes dan kecaman atas pernyataan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman yang diduga menghina masyarakat Rampi, Luwu Utara baru-baru ini.
Jenderal Lapangan, Yandi menyebut pernyataan Gubernur Sulsel tersebut sangat makar.
Pihaknya menjelaskan pernyataan yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulsel tersebut menyakiti hati masyarakat Rampi dan Wija to Luwu.
"Kami mengecam pernyataan Gubernur Sulsel yang sangat makar dan menyakiti warga Rampi dan masyarakat Luwu Raya," ungkapnya, Selasa (17/05).
Selanjutnya, pihaknya juga mendesak Gubernur Sulsel untuk melepaskan wilayah Luwu Raya dari Sulsel.
Menurutnya, selama ini Pemerintah Provinsi (Pemrov) Sulsel tidak becus dalam membangun dan mendukung pembangunan di wilayah Luwu Raya sehingga lebih baik untuk dilepaskan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB).
"Kami juga mendesak gubernur melepas Luwu Raya agar dapat menjadi wilayah otonomi baru karena selama ini tidak benar ingin membangun Luwu Raya," pungkasnya.
Diketahui Gubernur Sulsel sempat melontarkan pernyataan terkait masyarakat Rampi yang ingin pindah administrasi ke wilayah Sulawesi Tengah.
Dalam pernyataan tersebut Gubernur Sulsel menyebut "Sama yang ke Rampi, saya sampaikan tadi Luwu Utara, katanya ada yang mau keluar dari Sulawesi Selatan ini? kenapa tidak sekalian keluar dari Indonesia, gitu kan?,"Â begitu kutipan yang menuai berbagai kritikan dan tanggapan dari masyarakat dan mahasiswa.
Kendati demikian Gubernur Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu telah menyampaikan arifikasi terkait pernyataannya tersebut.
Pilihan Lain