KabarMakassar.com -- Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Selatan pada tahun 2025 mencatat peningkatan di seluruh dimensi utama, mulai dari umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, hingga standar hidup layak.
Kenaikan ini menegaskan perbaikan kualitas hidup masyarakat Sulsel secara konsisten dalam satu tahun terakhir.
Pada dimensi umur panjang dan hidup sehat, bayi yang lahir pada 2025 di Sulawesi Selatan memiliki harapan hidup hingga 74,15 tahun. Angka ini naik 0,32 tahun dibandingkan bayi yang lahir pada tahun sebelumnya. Lonjakan tersebut dinilai sebagai sinyal membaiknya akses dan layanan kesehatan, serta meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
Perbaikan juga terlihat pada dimensi pengetahuan. Harapan lama sekolah (HLS) penduduk berusia 7 tahun tercatat 13,56 tahun, meningkat tipis sebesar 0,01 tahun dari tahun 2024. Meski kenaikan relatif kecil, indikator ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tetap terjaga dan masyarakat semakin dekat untuk menyelesaikan pendidikan hingga tingkat menengah.
Sementara itu, rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas juga mengalami peningkatan cukup signifikan. Dari sebelumnya 8,86 tahun, kini mencapai 9,00 tahun, atau naik 0,14 tahun. Peningkatan ini mencerminkan bertambahnya jumlah penduduk dewasa yang berhasil menyelesaikan jenjang pendidikan lebih tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Pada dimensi standar hidup layak, pengeluaran riil per kapita per tahun (yang disesuaikan) mencapai Rp12,73 juta pada 2025. Angka ini tumbuh sebesar 498 ribu rupiah atau 4,06 persen dari tahun sebelumnya. Kenaikan pengeluaran per kapita ini mencerminkan meningkatnya daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat yang lebih stabil.
Secara keseluruhan, peningkatan di tiga dimensi utama IPM ini menunjukkan bahwa kualitas manusia di Sulawesi Selatan terus mengalami kemajuan. Tren positif ini juga menjadi indikator bahwa kebijakan pembangunan daerah berada pada jalur yang tepat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pilihan Lain