Langsung ke konten
News

IHSG Menguat di Tengah Penantian BI Rate

IHSG menguat 1,37 persen ke level 6.457 pada sesi I hari ini di tengah penantian pengumuman BI Rate. Simak juga rekomendasi saham potensial dari para broker di sini!

Redaksi
Ilustrasi Saham (Dok: KabarMakassar).
Ilustrasi Saham (Dok: KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rebound serta bergerak ke zona hijau dan naik sebanyak 1,37 persen ke posisi 6.457 pada sesi I, Rabu (20/05). Penguatan tersebut menjelang pengumuman kebijakan suku bunga acuan BI Rate, setelah Bank Indonesia (BI) melaksanakan Rapat Dewan Gubernur (RDG). Tercatat, IHSG sempat berada pada posisi paling rendah di 6.282 setelah pembukaan pagi tadi, dan per pukul 11.00 WITA, level paling tinggi pada posisi 6.459. Terpantau, total transaksi tembus Rp5,41 triliun, dari 9,5 miliar saham yang ditransaksikan sepanjang perdagangan. Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 684 ribu kali, dimana saham yang menguat ada 404, saham yang melemah 224 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 175. Saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps kemudian menjadi pendukung penguatan IHSG dimana di satu sisi terdapat sentimen fundamental perekonomian dalam negeri. Penguatan paling tinggi tercatat pada sejumlah saham, seperti saham konsumen primer menguat 1,49 persen, saham perindustrian 1,47 persen dan saham kesehatan 1,11 persen. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Rabu (20/05), yaitu: Phillip Sekuritas -ULTJ dan LUCK MNC Sekuritas -ANTM, INDF, JPFA dan TLKM Phintraco Sekuritas -ASII, JPFA, AMRT, ULTJ dan BRIS Panin Sekuritas -BBTN, HEAL dan BMRI Mirae Asset Sekuritas -ADMR, BBTN dan JPFA CGS International Sekuritas -MYOR, AMRT, BDMN, BBTN, GGRM dan HMSP BRI Danareksa Sekuritas -TLKM, MYOR dan SUPA BNI Sekuritas -ENRG, BBNI, BRMS, BMRI, MDKA dan ADRO Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua