Langsung ke konten
News

IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.001, Ketegangan Global Tekan Pergerakan Pasar

IHSG dibuka melemah ke level 7.001 pada perdagangan Senin (06/04) akibat sentimen risk-off dari ketegangan global. Cek data perdagangan terbaru, analisis pengaruh rencana Donald Trump terhadap pasar, hingga rekomendasi saham dari broker ternama di sini!

Redaksi Diperbarui
Ilustrasi saham (Dok: Int)
Ilustrasi saham (Dok: Int)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (06/04). Terpantau, pada pukul 10.01 WITA, indeks kehilangan sebanyak 25,22 poin atau setara dengan menurun sebesar 0,36 persen ke level 7.001. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus hingga 1,36 miliar saham dimana nilai transaksi mencapai Rp2,08 triliun. Frekuensi yang terjadi ada 102.065 kali, dimana saham yang menguat ada sebanyak 162, saham yang melemah ada 359 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 170. BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, jika Donald Trump yang membicarakan tentang rencana penyerangan ke Iran dalam beberapa minggu kedepan menyebabkan pasar kembali terhadap sentimen risk-off. Saat ini pasar masih berfokus pada perkembangan konflik global. Sementara itu, di sisi domestik, tengah dicermati mengenai kebijakan regulator yang baru tentang kepemilikan saham berkonsentrasi tinggi. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Senin (06/04), yaitu: Mirae Asset Sekuritas -ADRO, EXCL dan MEDC Philip Sekuritas -STAA dan NISP Phintraco Sekuritas -MAIN, MNCN, TOWR, MIDI, NISP dan BNGA BRI Danareksa Sekuritas -TAPG, MBMA dan JPFA BNI Sekuritas -MEDC, BRMS, ITMG, PTBA, ARCI dan UNTR MNC Sekuritas -IMPC, INDY, VKTR dan WIFI CGS International Sekuritas -MAPI, INDY, AALI, TAPG, DSNG dan AADI Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua