Langsung ke konten
News

IHSG Dibuka Melemah 1,94 Persen, Simak Rekomendasi Saham dari 8 Sekuritas Hari Ini

IHSG dibuka melemah 1,94 persen ke level 5.486 hari ini (8/6). Simak pemicu pelemahan pasar dan daftar rekomendasi saham dari 8 sekuritas terkemuka di sini!

Redaksi
Ilustrasi Saham (Dok : KabarMakassar).
Ilustrasi Saham (Dok : KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (8/6). Indeks kehilangan 108,45 poin atau setara dengan melemah 1,94 persen ke posisi 5.486 pada pukul 10.01 WITA. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 8,27 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp5,27 triliun. Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 514.706 kali. Dimana saham yang menguat ada 100, saham yang melemah ada 550, sedangkan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 88. Berdasarkan BRI Danareksa Sekuritas, saat ini pelemahan pasar diakibatkan eskalasi kekhawatiran investor atas tekanan nilai tukar rupiah. Tak hanya itu, implikasi revisi UU PPSK terhadap persepsi independensi regulator keuangan juga perkembangan penilaian peringkat kredit Indonesia juga turut mempengaruhi. Saat ini, pelaku pasar bakal memperhatikan rilis data cadangan devisa juga pergerakan rupiah sebagai katalis utama arah pasar berikutnya. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Senin (8/6), yaitu: CGS International Sekuritas -TINS, PSAB, ADMR, CMRY, UNVR dan MAPI Panin Sekuritas -PSAB, MBMA dan ARCI Mirae Asset Sekuritas -ADMR, DEWA dan KLBF BRI Danareksa Sekuritas -DAAZ dan PSAB Phintraco Sekuritas -EMAS, MDKA, ARCI, INCO dan PSAB MNC Sekuritas -ANTM, BRMS, MBMA dan DAAZ BNI Sekuritas -EMAS, BUMI, BRMS, ENRG, INET dan BREN Philip Sekuritas -INCO Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua