- Memperluas kawasan konservasi perairan.
- Penangkapan ikan secara terukur.
- Pengembangan perikanan budidaya yang berkelanjutan di laut, pesisir, dan air tawar.
- Pengendalian wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
- Mengurangi sampah di laut.
News
Ekonomi Biru Jadi Konsep Pertumbuhan Sulsel
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan mengemukakan bahwa konsep ekonomi biru memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulsel.
Redaksi
KabarMakassar.com -- Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan mengemukakan bahwa konsep ekonomi biru memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulsel.
Istilah ekonomi biru, yang berasal dari United Nations terkait dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals), terutama SDG 14 tentang kehidupan di bawah air, menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan sumber daya air secara optimal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Ekonomi biru adalah upaya pemerintah untuk menumbuhkan ekonomi dengan memaksimalkan potensi air di Sulawesi Selatan," ujar Ilyas, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel.
Pemerintah Provinsi Sulsel telah menetapkan ekonomi biru sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk 20 tahun ke depan, menjadikannya konsep pertumbuhan utama setelah ekonomi hijau.
Potensi sumber daya alam Sulawesi Selatan cukup besar karena provinsi ini dikelilingi oleh Selat Makassar di bagian barat, Laut Flores di bagian selatan, dan Teluk Bone di bagian timur, dengan panjang garis pantai sekitar 2.000 km. Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014, Sulsel memiliki kewenangan untuk mengelola laut hingga 12 mil dari garis pantai.
Indonesia secara nasional telah mengadopsi konsep ekonomi biru, dan sejak 2021 hingga 2024, Menteri Kelautan dan Perikanan telah membangun lima pilar utama pembangunan kelautan dan perikanan berbasis ekonomi biru. Pilar-pilar tersebut meliputi:
Pilihan Lain