Langsung ke konten
News

Dukcapil Lutim Dorong Kepemilikan Dokumen Kependudukan Pelajar

Redaksi
Proses perekaman KTP-el bagi pelajar Luwu Timur di sekolah masing-masing (dok. Ist)
Proses perekaman KTP-el bagi pelajar Luwu Timur di sekolah masing-masing (dok. Ist)
KabarMakassar.com -- Kabupaten Luwu Timur menindaklanjuti kepemilikan dokumen kependudukan bagi pelajar melalui program “Dukcapil Goes To School”. Program ini menargetkan perekaman KTP elektronik (KTP-el) dan pemutakhiran akta kelahiran bagi siswa yang telah berusia 16 tahun ke atas, guna memastikan hak sipil mereka terlindungi sejak dini. Plt. Kepala Dinas Dukcapil Luwu Timur, Rapiuddin Tahir, menekankan pentingnya perekaman sejak usia muda agar data kependudukan valid dan KTP-el dapat dicetak saat siswa memasuki usia 17 tahun. “Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan para pelajar sudah terekam datanya sebelum mereka memasuki usia dewasa. Jadi ketika berusia 17 tahun, KTP-el mereka bisa langsung dicetak,” jelas Rapiuddin. Ia menambahkan bahwa program ini juga mendukung hak-hak sipil generasi muda, termasuk kesiapan mereka sebagai pemilih pemula dalam pemilu mendatang. “Kita ingin semua warga, termasuk pelajar, memiliki dokumen kependudukan yang lengkap dan valid. Selain untuk keperluan administrasi, ini juga penting untuk mendukung hak-hak sipil mereka, seperti hak memilih,” tambahnya. Rapiuddin menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan pemerintah daerah agar administrasi kependudukan dapat dijalankan sejak usia dini. “Kolaborasi antara sekolah dan pemerintah daerah sangat penting untuk memperkuat kesadaran administrasi kependudukan sejak usia muda. Dukcapil siap hadir di mana pun dibutuhkan,” tutup Rapiuddin. Program “Dukcapil Goes To School” dijadwalkan berlanjut ke beberapa sekolah lain di Luwu Timur sepanjang bulan November 2025 ini, antara lain: SMAN 5 Wasuponda (10 November), SMAN 11 Nuha (11 November), dan SMAN 13 Mahalona/Towuti (12–13 November). Kemudian SMAN 9 Kalaena (14 November), SMAN 10 Tomoni Timur (17 November), SMAN 4 Mangkutana (18 November), dan SMAN 6 Angkona (19 November). Pemerintah daerah menargetkan seluruh pelajar sudah terekam datanya sebelum mencapai usia wajib KTP

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua