KabarMakassar.com -- Puluhan massa aksi dari civitas akademika Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) melakukan aksi unjuk rasa di depan Kampus I UPRI, Jalan Gunung Bawakaraeng, Makassar, Selasa (17/05).
Aksi unjuk rasa yang terdiri atas mahasiswa serta dosen tersebut memprotes keberadaan sejumlah preman yang berada di dalam lingkungan kampus.
Salah satu massa aksi, Irpan menjelaskan sejak Maret 2022 kegiatan akademik di Kampus 1 UPRI tidak berjalan efektif dikarenakan sejumlah preman menduduki kampus.
Diketahui sejumlah preman yang menduduki kampus 1 UPRI tersebut merupakan pengawalan dari pihak Universitas Veteran Republik Indonesia (UVRI) yang mengklaim sebagai pemilik tanah bangunan kampus tersebut.
"Kami menolak adanya premanisme di dalam kampus dan menduduki kampus kami," ungkapnya.
Selanjutnya, Irpan menyebut saat ini kegiatan akademik hanya berjalan di Kampus II UPRI yang terletak di Jalan Antang.
"Sejak Maret sebelum puasa ada terus mi preman disini menjaga jadi tidak efektif kita mau kuliah," pungkasnya
Aksi unjuk rasa yang dilakukan dengan membentangkan spanduk dan memprotes keras terkait adanya preman yang menduduki gedung kampus.
Massa aksi memblokir Jalan Gunung Bawakaraeng dengan membakar ban tepat ditengah jalan sehingga menuai kemacetan panjang dari arah Urip Sumoharjo.
Dalam aksi unjuk rasa tersebut, pihak UPRI dan UVRI terlihat berdebat, sementara preman masih berada di dalam lingkungan kampus.
Puluhan aparat Kepolisian turut mengamankan aksi unjuk rasa massa aksi agar tidak terjadi baku bentrok antara pihak UVRI dan UPRI.
Kendati begitu, hingga kini para massa aksi belum meninggalkan lokasi aksi dan aparat kepolisian masih terus berjaga.
Pilihan Lain