Langsung ke konten
News

Berada di Angka 23 Persen, Stunting Sulsel Terendah Kedua se-Indonesia

Redaksi Diperbarui
Ilustrasi KabarMakassar
Ilustrasi KabarMakassar
KabarMakassar.com -- Angkat stunting di Sulawesi Selatan terendah kedua se Indonesia dengan prevalensi stunting berada di angka 23 persen, dan turun ke 4,1 persen dari sebelumnya 27 persen. Menteri Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Wihaji mengapresiasi capaian penurunan angka stunting tersebut di Provinsi Sulawesi Selatan. "Sudah turun, dulu 27, sekarang 23, turun 4,1 persen. Berarti keren, nomor dua se-Indonesia setelah Jawa Barat," ujar Wihaji saat menghadiri kegiatan di Makassar, Minggu (27/07). Keberhasilan ini, menurut Wihaji tidak lepas dari kerja sama seluruh pihak yang terkait, mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga para penyuluh di lapangan. Meski demikian, Wihaji menegaskan bahwa angka tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bersama. "Walaupun sudah 23 persen, artinya kalau ada 10 anak, masih ada 2 yang stunting. Jadi ini masih PR. Makanya saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, sama penyuluh-penyuluh yang sudah bekerja keras," jelasnya. Untuk langkah selanjutnya, Wihaji mengatakan pihaknya akan terus melakukan intervensi spesifik di beberapa daerah di Sulsel. "Semoga nanti di beberapa tempat kita kasih intervensi spesifik, termasuk besok saya mau keliling beberapa tempat," ujarnya. Wihaji berharap dengan adanya dukungan dari elemen masyarakat, maka ia optimis angka stunting di Sulsel dapat terus menurun agar mencapai target nasional.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua