Langsung ke konten
News

142 Jemaah Calon Haji Asal Bulukumba Bakal ke Tanah Suci dalam 3 Kloter

Sebanyak 142 JCH asal Bulukumba siap berangkat ke Tanah Suci pada 18 Mei 2026. Tergabung dalam Kloter 39 dan 43, jamaah akan berangkat bersama rombongan asal Wajo dan Sulteng. Simak jadwal lengkap dan hasil koordinasi kloter terbaru di sini!

Redaksi
Ilustrasi Jemaah haji Embarkasi Makassar. Dok. Ist
Ilustrasi Jemaah haji Embarkasi Makassar. Dok. Ist
KabarMakassar.com -- Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Bulukumba dipastikan siap diberangkatkan menuju Tanah Suci pada musim haji 2026. 142 Jamaah tersebut akan tergabung dalam kelompok terbang (kloter) bersama jamaah asal Kabupaten Wajo dan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Sesuai jadwal para jamaah diberangkatkan dari Bulukumba menuju Asrama Haji Makassar pada 18 Mei 2026. Selanjutnya, mereka akan bertolak ke Mekkah, Arab Saudi, pada 19 Mei 2026. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Bulukumba, KH Hakim Bohari, menjelaskan bahwa jamaah haji asal Bulukumba awalnya terbagi dalam tiga kelompok terbang berbeda. "Jemaah Bulukumba masuk di Kloter 39 sebanyak 130 jamaah, kemudian Kloter 42 sebanyak 1 jamaah, dan Kloter 43 sebanyak 11 jamaah," ujar KH Hakim Bohari. Namun, kondisi tersebut sempat menjadi perhatian karena terdapat satu jamaah asal Bulukumba yang terpisah sendiri di Kloter 42. Pihak Kemenag Bulukumba, kata Ketua NU Bulukumba itu, kemudian melakukan koordinasi dan negosiasi agar jamaah tersebut dapat dipindahkan ke kloter lain yang juga diisi jamaah asal Bulukumba. Menurut KH Hakim Bohari, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah sistem penempatan jamaah masih memungkinkan untuk dilakukan pergeseran. "Kemarin kami negosiasikan agar jamaah Bulukumba yang satu orang itu dipindahkan saja ke Kloter 43. Alhamdulillah sistem masih memungkinkan untuk digeser," jelasnya. Dengan perubahan tersebut, jamaah Bulukumba kini terfokus dalam dua kloter utama, yakni Kloter 39 yang bergabung dengan jamaah asal Wajo dan Kloter 43 bersama rombongan jamaah asal Sulawesi Tengah. Hal itu dinilai akan memudahkan koordinasi dan pendampingan jamaah selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua