- Infeksi bakteri Campylobacter dan Escherichia coli, yang biasanya disebut dengan keracunan makanan, disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak dimasak hingga matang.
- Infeksi bakteri Salmonella, yang umumnya terjadi akibat konsumsi daging kurang matang, terutama daging ayam, dan telur mentah atau setengah matang.
- Infeksi Cryptosporidium, yang terjadi setelah meminum atau tidak sengaja menelan air yang terkontaminasi dan tidak dimasak.
- Radang usus, yang dapat disertai dengan sakit perut, sering mulas, bahkan diare dengan darah atau lendir.
- Intoleransi laktosa, yang biasanya disertai dengan kembung, feses berbau asam, hingga anus perih atau kemerahan setelah konsumsi makanan dengan kandungan susu.
- Amebiasis dan infeksi bakteri Shigella, yang ditandai dengan tinja berbau amis, berdarah, atau berlendir.
Kesehatan
Waspada! Jika Tidak Ditangani Segera Diare Dapat Sebabkan Syok Hipovolemik
Diare merupakan kondisi feses encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya. Perlu diwaspadai, diare yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi, malnutrisi, hingga syok hipovolemik.
Redaksi
KabarMakassar.com -- Diare merupakan kondisi feses encer atau berair dengan frekuensi lebih sering dari biasanya. Perlu diwaspadai, diare yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan dehidrasi, malnutrisi, hingga syok hipovolemik.
Penyakit diare masih menjadi masalah kesehatan besar di negara berkembang, termasuk Indonesia. Ini disebabkan oleh angka morbiditas yaitu perbandingan antara kelompok masyarakat yang sakit dan yang sehat dalam sebuah populasi, serta mortalitas cukup tinggi.
Kelompok umur dengan prevalensi diare berdasarkan diagnosis tenaga Kesehatan tertinggi ada pada kelompok umur 1 sampai 4 tahun sebesar 11,5 persen dan bayi sebesar 9 persen. Kelompok umur lansia di atas 75 tahun juga merupakan kelompok dengan prevalensi tinggi sebesar 7,2 persen di Indonesia. Ini menurut data dari Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019 yang dirilis Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Diare bisa disebabkan oleh berbagai kondisi, mulai dari infeksi, keracunan makanan, alergi makanan, hingga penyakit lain yang dapat memicu terjadinya diare. Dilansir dari Hellosehat yang merupakan mitra resmi Kementerian Kesehatan, diare disebabkan oleh beberapa hal berikut.
Pilihan Lain