- 20 Januari 2025: Rp 16.372
- 21 Januari 2025: Rp 16.331
- 22 Januari 2025: Rp 16.327
- 23 Januari 2025: Rp 16.276
- 24 Januari 2025: Rp 16.200
- 30 Januari 2025: Rp 16.259
- 31 Januari 2025: Rp 16.312
Ekonomi Bisnis
Rupiah Naik 0,45 Persen, Tapi Risiko dari Tarif Impor AS Masih Mengintai
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini, Selasa (04/02). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat sebesar 0,45% atau 73,5 poin, berada di level Rp16.374,5 per dolar AS.
Redaksi
KabarMakassar.com -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mengalami penguatan pada awal perdagangan hari ini, Selasa (04/02). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka menguat sebesar 0,45% atau 73,5 poin, berada di level Rp16.374,5 per dolar AS.
Kenaikan ini terjadi seiring dengan pelemahan indeks dolar AS yang tercatat turun 0,3% ke posisi 108,65.
Penguatan rupiah turut diikuti oleh beberapa mata uang di kawasan Asia. Dolar Hong Kong naik tipis 0,01%, dolar Singapura menguat 0,11%, dolar Taiwan mencatat kenaikan 0,39%, won Korea Selatan bertambah 0,22%, dan peso Filipina meningkat 0,36%.
Namun, tak semua mata uang Asia bernasib sama. Yen Jepang mengalami pelemahan sebesar 0,26%, yuan China turun 0,05%, dan rupee India merosot lebih dalam hingga 0,66%.
Sebelumnya, pada perdagangan Senin (3/2/2025), rupiah justru mengalami tekanan cukup tajam, melemah 0,88% atau turun 143,5 poin ke level Rp16.448 per dolar AS.
Sementara itu, indeks dolar AS pada perdagangan kemarin justru mengalami penguatan signifikan sebesar 1,25% ke level 109,570. Pelemahan rupiah kemarin terjadi di tengah ketidakpastian global yang dipicu oleh kebijakan tarif impor yang diumumkan oleh Presiden AS, Donald Trump.
Dalam pengumuman di akhir pekan lalu, Trump mengumumkan penerapan tarif tinggi bagi beberapa mitra dagangnya. AS menetapkan tarif sebesar 25% untuk barang-barang yang diimpor dari Meksiko dan Kanada, serta mengenakan pungutan sebesar 10% untuk produk impor asal China.
Keputusan ini langsung mendapat reaksi keras dari negara-negara yang terkena dampak, yang mengancam akan melakukan langkah balasan terhadap kebijakan AS.
Meski rupiah menguat di awal perdagangan hari ini, pengamat forex Ibrahim Assuaibi memperkirakan mata uang Garuda masih akan bergerak fluktuatif sepanjang hari. Ia memprediksi rupiah berpotensi kembali melemah dan ditutup di rentang Rp16.430 - Rp16.500 per dolar AS.
Dari sisi eksternal, pelaku pasar masih mencermati perkembangan lebih lanjut terkait kebijakan tarif AS yang berpotensi memicu ketegangan perdagangan global.
Selain itu, data terbaru mengenai indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang sesuai dengan perkiraan turut memengaruhi ekspektasi pasar bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama.
Sementara itu, dari dalam negeri, kebijakan tarif impor AS juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Pemerintah Indonesia perlu mewaspadai dampaknya terhadap perekonomian nasional, terutama dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
Saat ini, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), nilai tukar rupiah dipatok pada level Rp16.000 per dolar AS. Dengan kondisi pasar yang masih bergejolak, diperlukan strategi yang tepat agar rupiah tetap berada dalam kisaran yang stabil dan tidak terlalu tertekan oleh faktor eksternal.
Sebelumnya diberitakan, Pada Sabtu (01/02) kemarin, publik dikejutkan oleh tampilan kurs dollar AS ke rupiah di Google yang menunjukkan angka Rp 8.170,65 per USD.
Informasi ini segera menjadi perbincangan hangat di media sosial X (Twitter), di mana kata kunci seperti "1 USD," "Rupiah," dan "Error" sempat menduduki trending topik. Tak hanya itu, pencarian "1 dolar berapa rupiah" juga memuncaki Google Trends hingga Minggu (02/02) pukul 11.40 WIB.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, Bank Indonesia (BI) dan pihak Google mengonfirmasi bahwa angka tersebut adalah kesalahan data.
Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa kurs yang muncul di Google tidak mencerminkan nilai tukar rupiah yang sebenarnya.
"Level nilai tukar dollar AS ke rupiah yang berada di angka Rp 8.100-an sebagaimana yang ada di Google bukan merupakan level yang seharusnya," jelas Ramdan dalam pernyataan resminya.
Ia juga mengungkapkan bahwa berdasarkan data resmi Bank Indonesia, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS pada 31 Januari 2025 sebenarnya berada di angka Rp 16.312 per USD.
Sementara itu, Google juga menyadari adanya ketidaksesuaian dalam informasi nilai tukar rupiah yang ditampilkan di mesin pencariannya. Google menjelaskan bahwa kesalahan ini berasal dari pihak ketiga yang menyuplai data nilai tukar ke sistem mereka.
"Kami telah mengidentifikasi adanya masalah yang mempengaruhi tampilan nilai tukar rupiah di Google Search. Kesalahan ini berasal dari data pihak ketiga yang kami gunakan," demikian pernyataan dari Google.
Setelah kesalahan ini terungkap, Google bergerak cepat untuk memperbaiki tampilan informasi nilai tukar agar sesuai dengan data resmi yang dikeluarkan oleh otoritas keuangan Indonesia.
Sebagai gambaran, berikut adalah pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS selama sepekan terakhir berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dirilis oleh Bank Indonesia:
Pilihan Lain