Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

Rupiah Menguat ke Rp16.555 per Dolar AS di Awal Pekan

2. Meta Description:Nilai tukar rupiah dibuka menguat ke posisi Rp16.555 per dolar AS di awal pekan (9/2). Simak analisis sentimen internal IKK dan proyeksi The Fed selengkapnya.

Redaksi
Ilustrasi rupiah (Dok: Int)
Ilustrasi rupiah (Dok: Int)
KabarMakassar.com -- Nilai tukar rupiah di awal pekan perdagangan ini menguat atas dolar Amerika Serikat. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah menguat sebesar 0,03 persen ke posisi Rp16.555 per dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Senin (09/02). Tercatat, penguatan terjadi usai perdagangan pada Jumat (06/02) lalu, rupiah melemah 0,21 persen ke level Rp16.860 per dolar AS. Nilai tersebut merupakan level terlemah dalam rentang waktu dua pekan terakhir atau sejak 22 Januari 2026. Terpantau, Indeks dolar AS (DXY) pada pukul 10.00 WITA dalam zona merah dengan pelemahan 0,10 persen ke level 97,542. Pelemahan yang terjadi meneruskan penurunan terhadap perdagangan Jumat (06/02) saat DXY ditutup turun sebesar 0,2 persen. Pada perdagangan pertama pekan ini pergerakan rupiah diproyeksikan bakal terpengaruh oleh sentimen internal dan eksternal. Dari internal, perhatian tengah ditujukan pada rilis data Indeks Keyakinan Konsumen Indonesia periode Januari 2026. Adanya data tersebut berguna dalam membaca arah optimisme rumah tangga diawal tahun. Konsensus pasar memproyeksikan Indeks Keyakinan Konsumen bulan Januari pada 123,9 yang menguat jika dibandingkan pada Desember 2025 lalu yakni 123,5. Sementara, dari sisi eksternal, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback atas enam mata uang utama dunia terkoreksi di awal pekan jelang rangkaian rilis data penting ekonomi AS mulai dari penjualan ritel hingga laporan tenaga kerja. Saat ini, pasar juga berfokus terkait pelonggaran kebijakan dari Bank Sentral AS (The Fed) tahun ini.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua