- Diskon 50% pada tarif jasa kebandarudaraan.
- Potongan harga avtur sebesar 5,3%.
- Pengurangan fuel surcharge hingga 8%.
Ekonomi Bisnis
Penurunan Harga Tiket Pesawat Bisa Dorong Lonjakan Wisatawan di Nataru
Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Murtiadi Awaluddin, memberikan tanggapan positif terkait himbauan Menteri AHY tentang penurunan harga tiket pesawat hingga 10% menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Redaksi
KabarMakassar.com -- Pengamat Ekonomi dari Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM), Murtiadi Awaluddin, memberikan tanggapan positif terkait himbauan Menteri AHY tentang penurunan harga tiket pesawat hingga 10% menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurutnya, langkah ini dapat menjadi stimulus yang efektif untuk mendorong mobilisasi wisatawan, baik yang ingin merayakan hari besar maupun memanfaatkan momen tersebut untuk berlibur.
“Ini lumayan, terutama bagi keluarga yang bepergian dalam rombongan. Pengurangan harga tiket ini pasti akan terasa dan bisa meningkatkan jumlah wisatawan di berbagai daerah, termasuk mereka yang berasal dari luar Sulawesi Selatan dan ingin kembali untuk merayakan Nataru di kampung halaman,” ujar Murtiadi, Kamis (28/11).
Namun, ia juga menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung, terutama pada sektor pariwisata dan akomodasi. Ketersediaan fasilitas seperti tempat wisata dan hotel harus dipastikan mencukupi agar pelayanan tetap optimal.
“Jangan sampai hanya masyarakat yang ingin merayakan Nataru yang datang, tetapi juga wisatawan lain yang memanfaatkan momen ini untuk liburan bersama,” tambahnya.
Murtiadi juga mengingatkan perlunya stabilisasi harga di sektor perhotelan. Ia menyoroti pengalaman sebelumnya di mana lonjakan kunjungan sering diikuti dengan kenaikan tarif kamar hotel secara signifikan, sehingga wisatawan harus membayar lebih mahal demi mendapatkan tempat menginap.
“Jangan sampai momen Nataru ini disalahgunakan. Pemerintah sudah memberikan stimulus dengan penurunan harga tiket pesawat, jadi harga di hotel juga harus tetap terjangkau,” tegasnya.
Murtiadi juga menilai bahwa momen liburan Nataru akan membawa keuntungan bagi berbagai sektor selain perhotelan, seperti transportasi darat, rumah makan, hingga industri souvenir dan oleh-oleh.
“Lonjakan wisatawan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Namun, pemerintah tetap harus berperan aktif menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi kecenderungan lonjakan harga akibat tingginya permintaan,” tutup Murtiadi.
Untuk informasi, pemerintah resmi mengumumkan penurunan harga tiket pesawat domestik hingga 10 persen selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024/2025. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat sekaligus mendorong sektor ekonomi dan pariwisata.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan hasil sinergi intensif dengan berbagai pihak dalam beberapa pekan terakhir.
“Ini langkah kolaboratif untuk memastikan tiket pesawat lebih terjangkau. Penurunan ini dicapai melalui potongan jasa kebandarudaraan, diskon avtur, dan pengurangan fuel surcharge. Semua upaya ini memungkinkan harga tiket turun rata-rata 10 persen,” ujar AHY dalam keterangan resminya dikutip Kamis (28/11).
Penurunan harga tiket ini didorong oleh tiga intervensi utama:
Pilihan Lain