Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

Meski Sentimen Pasar Tertekan, IHSG Menguat Tipis di Awal Perdagangan

IHSG dibuka menguat tipis 0,11 persen ke posisi 5.846 pada Jumat (5/6). Cek rincian transaksi bursa dan rekomendasi saham dari para broker di sini!

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (5/6). Indeks mengalami kenaikan sebesar 6,7 poin atau setara dengan 0,11 persen ke posisi 5.846 pada pukul 10.01 WITA. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 2,8 miliar saham dengan nilai traksaksi mencapai Rp2,43 triliun. Sementara itu, frekuensi yang terjadi ada sebanyak 215.796 kali, dimana saham yang menguat ada 220, saham yang melemah ada 276 dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 187. BRI Danareksa Sekuritas mengatakan jika tekanan jual berlanjut dari perdagangan sebelumnya karena masifnya rumor yang muncul di pasar domestik dimana saat ini kepercayaan investor dalam titik yang rendah. IHGS saat ini juga diprediksi akan bergerak terbatas dengan range support pada 5.813 dan resistance pada 6.060. Selain itu, minimnya katalis positif serta ketidakpastian yang terjadi membuat IHSG menjadi bergerak terbatas. Pasar saat ini turut mencermati pergerakan mata uang rupiah juga rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat atau Nonfarm Payrolls yang memiliki potensi dalam mempengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Jumat (5/6), yaitu: CGS International Sekuritas -TLKM, EMAS, MDKA, TINS, ADRO dan PTBA Mirae Asset Sekuritas -AMRT, CBDK dan MBSS Semesta Indovest Sekuritas -MDKA, BUMI, TINS, AMMN dan TLKM Phintraco Sekuritas -ADRO, ANTM, MDKA, TINS dan INCO BRI Danareksa Sekuritas -MDKA dan TINS BNI Sekuritas -BUMI, BIPI, CUAN, UNTR, PTRO dan JPFA MNC Sekuritas -ADMR, MAPI, MDKA dan RAJA Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua