- Meningkatkan Posisi Diplomatik: Indonesia dapat memainkan peran lebih besar dalam reformasi tata kelola global.
- Memperkuat Ekonomi Regional: Sebagai penghubung ekonomi Asia Tenggara, Indonesia diharapkan membawa manfaat strategis bagi BRICS.
- Diversifikasi Ekonomi: Partisipasi dalam inisiatif transaksi nondolar dapat memberikan opsi baru dalam perdagangan internasional.
Ekonomi Bisnis
Indonesia Resmi Jadi Anggota BRICS, Perkuat Blok Ekonomi Global
Pemerintah Brasil mengumumkan bahwa Indonesia kini telah resmi menjadi anggota penuh BRICS, blok ekonomi berkembang yang kian dilihat sebagai penyeimbang kekuatan Barat.
Redaksi
Diperbarui
KabarMakassar.com -- Pemerintah Brasil mengumumkan bahwa Indonesia kini telah resmi menjadi anggota penuh BRICS, blok ekonomi berkembang yang kian dilihat sebagai penyeimbang kekuatan Barat.
Keputusan ini diumumkan pada Selasa (07/01) dan merupakan tindak lanjut dari kesepakatan dalam pertemuan puncak BRICS 2023 di Johannesburg, Afrika Selatan.
Dengan bergabungnya Indonesia, BRICS kini mencakup 12 negara anggota, termasuk Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, serta anggota baru lainnya seperti Iran, Mesir, Ethiopia, dan Uni Emirat Arab.
Blok ini dibentuk pada 2009 dan bertujuan untuk meningkatkan kerja sama ekonomi di antara negara-negara berkembang serta memperjuangkan reformasi institusi global agar lebih inklusif.
Dilansir dari AFP, Kementerian Luar Negeri Brasil menyebut Indonesia sebagai mitra strategis yang memiliki visi serupa dalam mendorong reformasi tata kelola global.
Sebagai negara dengan populasi terbesar di Asia Tenggara dan ekonomi yang terus berkembang, keanggotaan Indonesia diyakini akan memberikan kontribusi positif bagi blok ini.
Fokus BRICS di Bawah Presidensi Brasil
Brasil, yang memegang presidensi bergilir BRICS pada 2025, menyatakan akan fokus meningkatkan kerja sama antarnegara anggota di kawasan Global South.
Presiden Luiz Inacio Lula da Silva menegaskan pentingnya "pengembangan sarana pembayaran" yang memfasilitasi perdagangan antar anggota, terutama melalui transaksi nondolar dan penguatan mata uang lokal.
Dalam pertemuan puncak terakhir di Kazan, Rusia (November 2024), anggota BRICS membahas upaya mengurangi ketergantungan pada dolar AS dalam perdagangan internasional.
Langkah ini mendapat dukungan luas di kalangan anggota namun juga memicu reaksi keras dari Presiden AS terpilih, Donald Trump, yang mengancam akan memberlakukan tarif hingga 100% terhadap negara-negara BRICS jika mereka melemahkan dolar AS.
Agenda strategis blok ini akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan puncak di Rio de Janeiro pada Juli 2025. Pertemuan ini diperkirakan menjadi momen penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi, politik, dan respons terhadap tantangan global, termasuk ancaman dari kebijakan proteksionis AS.
Keanggotaan Indonesia dalam BRICS diharapkan:
Pilihan Lain