Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Tertekan di Awal Pekan, Investor Cermati Sentimen Global

IHSG anjlok 4,27 persen ke level 7.261 pada pembukaan perdagangan Senin (09/03). Simak penyebab tekanan pasar dari sentimen global Timur Tengah hingga koreksi Outlook Fitch Ratings di sini.

Redaksi
Ilustrasi Saham (Dok : Int).
Ilustrasi Saham (Dok : Int).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (09/03). Tercatat, pada pukul 10.05 WITA, indeks kehilangan 323,96 poin atau setara dengan 4,27 persen ke level 7.261. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 6,29 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,97 triliun, sementara frekuensi yang terjadi ada 283.385. Terpantau, IHSG pada pembukaan perdagangan dibuka langsung melemah dengan adanya penurunan sebesar 211,37 poin atau 2,79 persen ke level 7.374. Terdapat 36 saham yang menguat, kemudian 595 saham yang melemah, serta 79 saham yang berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas mengatakan, dari sisi eksternal, sentimen negatif berasal dari konflik Timur Tengah yang membuat ketidakpastian global, yang mengakibatkan kondisi risk-off. Sementara itu, dari sisi internal, Fich Ratings yang memangkas outlook atau prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif dibanding sebelumnya yang telah stabil. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Senin (09/03), yaitu: Phintraco Sekuritas WIIM, DOOH, NCKL, MEDC, BREN, dan TPIA MNC Sekuritas AADI, BBCA, CUAN, dan MBMA BRI Danareksa Sekuritas PTBA, ITMG, dan NCKL Mirae Asset Sekuritas AADI, CUAN dan INCO BNI Sekuritas BUMI, MEDC, ELSA, INCO, ARCI dan TINS CGS International Sekuritas ITMG, ADRO, AADI, PTBA, UNTR, dan WIIM Panin Sekuritas BREN, TAPG, dan JPFA Philip Sekuritas MEDC dan PGAS Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua