Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Tembus ke Level 8.082, Sentimen The Fed Dorong Optimisme Pasar

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (22/09). Terpantau, pada pukul 10.01 WITA, indeks mencatat kenaikan 31,14 poin atau menguat sebesar 0,39 persen ke level 8.082.

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (22/09). Terpantau, pada pukul 10.01 WITA, indeks mencatat kenaikan 31,14 poin atau menguat sebesar 0,39 persen ke level 8.082. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat volume perdagangan sebesar 1,27 miliar saham dengan nilai transaksi tembus hingga Rp677 miliar, menunjukkan frekuensi yang terjadi yaitu 80.295 kali. Terpantau, ada 325 saham yang menguat, kemudian 107 saham melemah serta terdapat 210 saham yang berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan pada perdagangan hari ini, IHSG diserbu net buy investor asing mencapai Rp1,4 triliun. Disampaikan, secara teknikal level 8.000 pada saat ini menjadi support psikologis, dengan potensi kenaikan menuju resistance 8.124. Berdasarkan riset dari BRI Danareksa Sekuritas, sentimen positif didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed lebih lanjut. Berikut terdapat sejumlah saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati terkhususnya pada saham bullish dengan rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah: Phintraco Sekuritas SRTG RATU BKSL ADRO TOWR Panin Sekuritas MDKA UNTR BUMI KLBF Mirae Asset Sekuritas ANTM ASRI ESSA INCO HGII PTRO PYFA MNC Sekuritas AADI BMRI MBMA TPIA CGS International Sekuritas INCO MEDC BUMI BUKA ANTM MDKA BRI Danareksa Sekuritas MEDC BUKA PICO BNI Sekuritas EMTK BUMI AMMN CDIA SSIA MBMA Philip Sekuritas BIRD DSNG ICBP Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua