Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Tembus ke Level 7.951, Pasar Menanti Sinyal The Fed

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (28/08). Pada pukul 10.01 WITA, indeks mencatat kenaikan sebesar 15,68 poin atau setara dengan menguat 0,2 persen ke level 7.951.

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (28/08). Pada pukul 10.01 WITA, indeks mencatat kenaikan sebesar 15,68 poin atau setara dengan menguat 0,2 persen ke level 7.951. Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 1,61 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp733 miliar. Sementara itu frekuensi yang terjadi sebanyak 88.108 kali. Tercatat, ada sebanyak 287 saham yang menguat, lalu 136 saham yang melemah. Sementara itu, terdapat 188 saham yang berada dalam posisi stagnan atau tidak mengalami kenaikan maupun penurunan. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan pada perdagangan hari ini, secara teknikal IHSG berpotensi menguji resistance di area 8.000. Sedangkan, pasar hari ini akan fokus dengan rilis data GDP, Core PCE, serta Klaim Pengangguran AS sebagai acuan arah kebijakan suku bunga The Fed September mendatang. Dalam riset BRI Danareksa Sekuritas, turut disebutkan jika Last Price pada 7.936, Support pada 7.802 serta Resistance di level 8.000. Berikut disertakan sejumlah saham potensial dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati berpeluang melanjutkan tren saham uptrend pada rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah: Phintraco Sekuritas HRUM BRPT ARCI ANTM JPFA Panin Sekuritas BRPT TINS MTEL Phillip Sekuritas ANTM BRPT MNC Sekuritas ADRO JPFA RAJA TLKM CGS International Sekuritas JPFA ANTM MDKA INCO SMRA NCKL BRI Danareksa Sekuritas HRUM INTP MBMA Mirae Asset Sekuritas ADRO BBCA CUAN PGAS ARCI IFII MITI Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua