Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Tembus 8.135, Saham-Saham Bullish Jadi Sorotan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (29/09).

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin (29/09). Diketahui, sampai dengan pukul 10.10 WITA indeks mencatat kenaikan sebesar 38,11 poin atau setara dengan menguat 0,45 persen ke level 8.135. Dilansir dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat volume perdagangan mencapai 4,97 miliar saham dengan nilai transaksi tembus hingga Rp2,58 triliun dengan frekuensi sebanyak 304.704 kali. Terpantau, ada sebanyak 297 saham yang menguat, kemudian terdapat 185 saham yang melemah serta saham yang tidak bergerak atau berada dalam posisi stagnan ada 181 saham. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, pada perdagangan hari ini, secara teknikal, level 8.000 berperan sebagai support psikologis yang kuat, walau pun pergerakan IHSG diperkirakan akan relatif terbatas dalam rentang 8.000 sampai dengan 8.157. Berdasarkan riset dari BRI Danareksa Sekuritas, pelemahan rupiah atas dolar Amerika Serikat (AS) yang menyentuh kisaran Rp16.700 merupakan faktor yang membuat investor menjadi lebih berhati-hati. Berikut beberapa saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati terkhususnya saham bullish dengan rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah: Panin Sekuritas SCMA CPIN MEDC Mirae Asset Sekuritas ASRI BEST BKSL PANI BUMI INET WIIM Phintraco Sekuritas EMTK HRUM AGRO PSAB ARTO ACES MNC Sekuritas BFIN BKSL ICBP JPFA CGS International Sekuritas HMSP GGRM CDIA BRPT ASII ICBP Samuel Sekuritas AMMN CBDK CDIA MBMA PTRO FILM BRI Danareksa Sekuritas BUMI ARCI GZCO BNI Sekuritas BBRI TLKM BRMS BRPT INET PGAS Philip Sekuritas CPIN CYBR Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua