Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Naik ke Level 8.130, Saham-Saham Ini Jadi Incaran

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/09).

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (25/09). Pada pukul 10.01 WITA, indeks mencatat kenaikan sebesar 3,46 poin atau setara dengan menguat 0,04 persen ke level 8.130 dan terus menguat 0,14 persen setelah 2 menit. Melansir data dari perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat volume perdagangan mencapai 2,19 miliar saham dengan nilai transaksi tembus hingga Rp2,17 triliun. Sementara frekuensi yang terjadi sebanyak 133.999 kali. Diketahui, terdapat sebanyak 264 saham yang menguat kemudian ada 137 saham melemah. Sementara pada posisi stagnan terdapat 217 saham. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, mencermati analisis saham di perdagangan hari ini, secara teknikal, tren IHSG masih bullish walau muncul aksi taking profit terhadap sejumlah saham yang sudah reli signifikan. Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas IHSG berpotensi tertekan disebabkan karena adanya pelemahan rupiah yang mendekati Rp16.700 per dolar AS. Dengan kesuksesan IHSG lanjut bullish dan mencatatkan rekor baru pada perdagangan lalu, terdapat sejumlah saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati terkhususnya dengan saham uptrend, dengan rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah: CGS International Sekuritas NCKL ERAA EXCL BBRI BRIS BUKA Phintraco Sekuritas ERAA PGAS EXCL CBDK BBRI BRI Danareksa Sekuritas BUMI NCKL DKFT BNI Sekuritas MDKA BREN MBMA DEWA KRAS MINA Samuel Sekuritas ASII BBRI BRPT PTRO ARCI AADI Panin Sekuritas TLKM INKP BNGA Mirae Asset Sekuritas BMRI INKP MBMA RAJA CBDK HALO LPKR Phillip Sekuritas DKFT SHIP MNC Sekuritas BRIS DKFT DOOH INKP Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua