Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Naik 1,70 Persen, Sejumlah Saham Ini Berpotensi Lanjutkan Tren Bullish

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebanyak 1,70 persen ke level 7.469 pada Kamis (24/07).

Redaksi
Ilustrasi Saham (Dok: KabarMakassar).
Ilustrasi Saham (Dok: KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat sebanyak 1,70 persen ke level 7.469 pada Kamis (24/07). Diketahui, pergerakan tersebut disertai dengan adanya lonjakan volume pembelian yang memberi sinyal teknikal positif. Analisis MNCS dalam riset terbarunya, menyebut jika kenaikan IHSG tersebut patut disikapi dengan kewaspadaan. Posisi indeks diproyeksikan tengah berada di akhir wave (iii) dari wave [c], yang memiliki arti ruang untuk reli lebih lanjut kemungkinan terbatas. Sementara itu, secara teknikal, IHSG berpeluang untuk menguji resistance terdekat di area 7.475. Akan tetapi apabila tekanan jual kembali muncul, maka koreksi dapat terjadi ke kisaran 7.220 sampai dengan 7.311. Pelaku pasar patut untuk memperhatikan hal ini, terutamanya bagi mereka yang aktif melakukan perdagangan jangka pendek. Untuk level support utama berada di 7.304 dan 7.202, sementara resistance yang lebih tinggi berada di 7.506 sampai 7.595. Dengan kesuksesan IHSG yang kembali melesat di zona hijau pada perdagangan kemarin, terdapat beberapa saham potensial dan pilihan yang menarik dicermati hingga terus melanjutkan tren kenaikan saham bullish pada rekomendasi saham hari ini Kamis (24/07). CGS International Sekuritas -SMRA -INDF -MDKA -ANTM -PGEO -BRPT Phintraco Sekuritas -TOBA -PNLF -SMBR -MEDC -PGEO Phillip Sekuritas -CYBR -NISP -AMMN MNC Sekuritas -BBCA -HMSP -MIDI -SMGR BRI Danareksa Sekuritas -DEWA -TOWR -FILM BNI Sekuritas -CUAN -PTRO -SSIA -BBRI -BKSL -CBDK Mirae Asset Sekuritas -BBTN -GGRM -HMSP -MEDC -ELSA -ERAA -TBLA Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua