Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Naik 0,39 Persen, Cek Saham Unggulan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, dibuka menguat pada Rabu (08/10).

Redaksi Diperbarui
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
Ilustrasi saham (Dok : KabarMakassar).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, dibuka menguat pada Rabu (08/10). Terpantau, pada pukul 10.01 WITA, indeks mencatat kenaikan sebanyak 31,86 poin atau setara dengan menguat 0,39 persen ke level 8.201. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 1,1 miliar saham dengan nilai transaksi menyentuh Rp1 triliun dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 104.665 kali. Terdapat 277 saham menguat, lalu ada 121 saham yang melemah, sedangkan 209 saham berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas mengatakan jika IHSG, secara teknikal memiliki potensi melanjutkan penguatan terbatas dengan area support di 8.156 serta resistance di 8.234. Dengan tercapainya level All Time high (ATH) disokong oleh penguatan pada saham-saham konglomerasi besar yang menopang sentimen pasar. Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas pelaku pasar bakal menaruh perhatian tinggi atas rilis data makroekonomi, misalnya consumer confidence serta penjualan sepeda motor, yang berpotensi untuk memberikan katalis tambahan terhadap arah pergerakan IHSG. Berikut beberapa saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati, diantaranya adalah: Samuel Sekuritas BBCA BRPT TINS WIFI RAJA CDIA BRI Danareksa Sekuritas RAJA WIFI OASA MNC Sekuritas ASSA CPIN KLBF MAPI Mirae Asset Sekuritas AADI ARCI UNVR WIIM ARCO FORE HALO Phillip Sekuritas MAIN CARE Panin Sekuritas ADRO BUMI BBRI CGS International Sekuritas AADI SSIA CDIA TOBA MDKA JPFA Phintraco Sekuritas INDF ASSA MDKA BKSL PWON Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua