Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Menguat Tipis di Awal Perdagangan, Ini Daftar Rekomendasi Saham

IHSG dibuka hijau pagi ini. Cek daftar rekomendasi saham dari broker terpercaya mulai dari BRPT, PTBA, hingga BREN untuk panduan investasi anda hari ini.

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (07/04). Tercatat, indeks mengalami penguatan sebesar 11,85 poin atau setara dengan naik 0,17 persen ke posisi 7.001 pada pukul 10.01 WITA. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 1 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp420 miliar. Sementara frekuensi yang terjadi ada sebanyak 79.159 kali, dimana saham yang menguat ada 315, saham yang melemah ada 131, dan saham yang berada dalam posisi stagnan ada 209. Berdasarkan BRI Danareksa Sekuritas, dari sisi eksternal tekanan masih didominasi oleh sentimen global terhadap konflik global yang masih belum mereda, terlebih terhadap risiko gangguan pasokan energi dari Selat Hormuz. Dari sisi internal, rilis daftar HSC BEI juga menekan, terkhusus pada saham big caps misalnya saham BREN serta DSSA. Saat ini, arah pasar masih dipengaruhi oleh perkembangan konflik global serta arus dana asing yang cenderung keluar terutama dari sektor perbankan. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Selasa (07/04), yaitu: Phintraco Sekuritas -RAJA, RATU, DOOH, PSAB dan HRTA Panin Sekuritas -ERAA, BREN dan PGAS Mirae Asset Sekuritas -BRPT, ELSA dan MAPA Phillip Sekuritas -PTBA dan BIPI MNC Sekuritas -BKSL, BRPT, ITMG dan TKIM CGS International Sekuritas -TINS, HRTA, PSAB, PTBA, ADRO dan BUMI BRI Danareksa Sekuritas -TAPG, TINS dan RATU BNI Sekuritas -ESSA, MEDC, TPIA, ADMR,-AADI dan LSIP Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua