Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Menguat ke Level 7.515, Simak Rekomendasi Saham Pilihan

IHSG menguat 1% ke level 7.515 pada Rabu (11/03). Simak daftar rekomendasi saham pilihan dari MNC Sekuritas, BNI Sekuritas, hingga Mirae Asset di sini!

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (11/03). Tercatat, sampai dengan pukul 10.15 WITA, indeks menguat sebanyak 74,18 poin atau setara satu persen ke level 7.515. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia, volume perdagangan tembus 4,43 miliar saham dengan nilai transaksi Rp2,02 triliun dengan frekuensi sebanyak 250.885. Terdapat 419 saham yang menguat, 119 saham yang melemah, serta 163 saham yang berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan jika IHSG menguat didukung oleh technical rebound usai koreksi tajam sebelumnya serta sentimen global yang makin baik. Adanya penguatan juga disebabkan oleh pengaruh harga minyak yang mulai turun, penguatan bursa global, dan pernyataan dari Presiden Amerika Serikat (AS) mengenai potensi meredanya konflik global. Dari sisi internal sendiri, penjualan ritel Indonesia pun bertumbuh sampai dengan 5,7 persen year on year pada Januari 2026, mengalami penguatan hingga 3,5 persen year on year dibanding bulan Desember 2025 lalu. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Rabu (11/03), yaitu: MNC Sekuritas AMMN, BBYB, NCKL dan WIFI CGS International Sekuritas ANTM, PSAB, BRMS, TINS, ADRO dan UNVR BRI Danareksa Sekuritas INDY, ARCI dan NCKL Phintraco Sekuritas INKP, ASII, INDY, MBMA dan TINS Panin Sekuritas PSAB, PWON, dan RAJA Mirae Asset Sekuritas BRMS, NCKL dan TAPG BNI Sekuritas EMAS, BULL, MEDC, AADI, SCMA dan AMRT Phillip Sekuritas MDKA dan TKIM Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua