Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Menguat ke Level 7.122, Sektor Energi Jadi Penopang Utama

IHSG hari ini menguat ke level 7.122 pada pembukaan Selasa (31/03). Sektor energi jadi motor utama penguatan di tengah kenaikan harga komoditas global. Simak ulasan lengkapnya!

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada Selasa (31/03). Terpantau, indeks menorehkan kenaikan sebesar 31,32 poin atau setara menguat sebanyak 0,44 persen ke posisi 7.122 pada pukul 10.01 WITA. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tembus 810 juta saham dengan nilai transaksi mencapai Rp509 miliar. Sementara frekuensi yang terjadi ada 55.358 kali, dimana 321 saham mengalami penguatan, 109 saham mengalami pelemahan sedangkan sebanyak 201 saham yang berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, jika konflik global telah mendorong kenaikan harga komoditas energi misalnya batubara serta minyak. Hal itu menyebabkan sektor energi jadi penopang IHSG. Tercatat, IHSG secara teknikal sukses rebound dari area support kuat 6.950-7.000 serta bertahan di atas level psikologis 7.000, yang mencerminkan pola double bottom juga awal stabilisasi jangka pendek. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Selasa (31/03), yaitu: Phillip Sekuritas -BUMI dan ADMR MNC Sekuritas -AGII, ESSA, PTBA dan TLKM Phintraco Sekuritas BUMI, DEWA, MAPI, MBMA dan SMDR Panin Sekuritas -ERAA, MAPA dan SMRA Mirae Asset Sekuritas -ASII, BBTN dan INDY CGS International Sekuritas -INDY, MEDC, HRUM, AADI, ASII dan INKP BRI Danareksa Sekuritas -HRUM, MEDC dan FORE BNI Sekuritas -INCO, ENRG, BIPI, RATU, RAJA dan BULL Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua