Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Menguat ke Level 7.117, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG dibuka menguat ke level 7.117 pada perdagangan Selasa (17/03). Simak rincian transaksi bursa dan sentimen suku bunga BI yang pengaruhi pasar hari ini.

Redaksi
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
Ilustrasi saham (Dok: KabarMakassar)
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (17/03). Tercatat, sampai dengan 10.05 WITA, indeks mengalami kenaikan sebanyak 94,75 poin, atau setara dengan menguat sebesar 1,35 persen ke level 7.117. Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 1,69 miliar saham dengan nilai transaksi tembus Rp806 miliar dengan frekuensi 90.391. Pada pembukaan perdagangan hari ini, IHSG dibuka langsung menguat dengan kenaikan 52,32 poin atau menguat sebanyak 0,75 persen ke level 7.074. Terpantau ada 421 saham yang menguat, 99 saham yang melemah dan 135 saham yang berada dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, IHSG diproyeksikan bergerak sideways dengan support di 7.000 dan resistance di 7.100. Saat ini, sentimen pasar masih dipengaruhi oleh kekhawatiran tentang konflik global. Hal itu menyebabkan sikap wait and see jelang libur panjang. Tak hanya itu, kini perhatian investor atas keputusan suku bunga Bank Indonesia diprediksi masih berada di posisi 4,75 persen. Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Selasa (17/03), yaitu: -Phintraco Sekuritas CPIN, SCMA, MYOR, MEDC dan ESSA -Panin Sekuritas ASII, ITMG dan MIKA -Mirae Asset Sekuritas ADMR, MYOR dan RATU -MNC Sekuritas BBCA, INDY, SUPA dan TINS -CGS International Sekuritas AKRA, MEDC, PSAB, ARCI, EMAS dan SCMA -BRI Danareksa Sekuritas TAPG, ARCI, dan BUKA -BNI Sekuritas MBMA, INET, COIN, AMMN, BUVA dan BULL -Phillip Sekuritas ARCI Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua