Langsung ke konten
Ekonomi Bisnis

IHSG Menguat Ditopang Net Buy Asing, Cermati Saham Pilihan Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (30/09).

Redaksi Diperbarui
Ilustrasi Saham (Dok : Int).
Ilustrasi Saham (Dok : Int).
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Selasa (30/09). Diketahui, pada pukul 10.15 WITA, indeks mencatat kenaikan sebesar 13,03 poin atau setara dengan menguat 0,16 persen ke level 8.136 bahkan sempat mencapai 8.150. Menurut data dari perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan tercatat mencapai 7,03 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,38 triliun dengan adanya frekuensi yang sebanyak 380.384 kali. Tercatat, ada saham menguat sebanyak 255 saham, kemudian saham yang melemah ada 248, dan terdapat 161 saham dalam posisi stagnan. BRI Danareksa Sekuritas mengungkapkan jika IHSG didorong net foreign buy sebesar Rp190,75 miliar dengan kenaikan saham-saham konglomerasi. Lebih lanjut, secara teknikal, IHSG memiliki potensi menguji resistance 8.157, yang memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan ke 8.234. Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, pasar akan mencermati rilis data JOLTS AS yang memiliki potensi memengaruhi sentimen melalui ekspektasi arah kebijakan The Fed. Berikut beberapa saham potensial yang dirangkum dari sejumlah broker yang menarik untuk dicermati terkhususnya dalam melanjutkan tren bullish saham uptrend dengan rekomendasi saham hari ini, diantaranya adalah: CGS International Sekuritas HRTA PSAB ARCI ANTM SMGR BBYB Phintraco Sekuritas PANI ESSA HRUM ADMR ADRO BRI Danareksa Sekuritas BKSL ESSA SMGR Samuel Sekuritas AMMN BBNI BREN ANTM MDKA WIFI Phillip Sekuritas ANTM ARKO Panin Sekuritas SRTG TLKM MYOR Mirae Asset Sekuritas ARKO BUKA ITMG LSIP MAYA MNCN WIFI MNC Sekuritas BREN ITMG PGEO WIFI Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.

Pilihan Lain

Berita Terkait

Lihat Semua