Ekonomi Bisnis
IHSG Melemah 0,52 Persen, Tertekan Profit Taking dan Sentimen Global
IHSG dibuka melemah 0,52% ke level 9.086 hari ini (21/01). Simak analisis teknikal BRI Danareksa da
Redaksi
KabarMakassar.com -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (21/01). Pada pukul 10.20 WITA, indeks kehilangan 47,74 poin atau setara dengan melemah 0,52 persen ke level 9.086.
Menurut data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) volume perdagangan tembus 13,04 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp6,82 triliun, dengan frekuensi yang terjadi sebanyak 808.949.
Terdapat 155 saham yang menguat, 418 saham yang melemah, kemudian 129 saham berada dalam posisi stagnan.
Berdasarkan BRI Danareksa Sekuritas, IHSG tertekan imbas aksi profit taking pasca mencetak rekor ATH.
Sentimen pasar turut dipengaruhi pelemahan rupiah yang mendekati Rp17.000/US$, meningkatnya tensi geopolitik AS–Eropa, juga sikap wait and see menjelang RDG BI.
Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, secara teknikal, terdapat potensi koreksi sehat (healthy pullback) menuju area support di level 9.110, dengan resistance terdekat di kisaran 9.170.
Adanya potensi koreksi tersebut sesuai dengan tekanan dari nilai tukar rupiah yang melemah, ekspektasi penahanan BI Rate di level 4,75 persen, juga dinamika faktor makro global misalnya geopolitik serta pergerakan harga komoditas yang masih perlu dicermati terutamanya emas sebagai sentimen lanjutan pasar.
Berikut disertakan rekomendasi saham yang dirangkum oleh sejumlah broker pada hari Rabu (21/01), yaitu:
MNC Sekuritas
ACES
ARCI
INCO
INKP
CGS International Sekuritas
BRMS
ADMR
ADRO
HRTA
ANTM
MBMA
BRI Danareksa Sekuritas
ARCI
ADMR
KPIG
Mirae Asset Sekuritas
ESSA
INKP
ULTJ
BNI Sekuritas
MINA
BRMS
ARCI
SMDR
KIJA
EMTK
Phillip Sekuritas
TAPG
BRMS
Phintraco Sekuritas
MDKA
BRMS
ARCI
MAPI
ADMR
Panin Sekuritas
MIKA
TKIM
DSSA
Disclaimer: Saham-saham yang direkomendasikan di atas mencerminkan potensi tren kenaikan berdasarkan analisis teknikal dan fundamental. Meski demikian, investor disarankan untuk tetap mencermati kondisi pasar dan melakukan analisis lebih lanjut sebelum mengambil keputusan investasi. Berita ini tidak bersifat mengajak untuk membeli produk tertentu.
Pilihan Lain